Korupsi presiden

Arroyo Berusaha Hambat Kasus Korupsinya

Kompas.com - 15/10/2010, 15:26 WIB

MANILA, KOMPAS.com — Satu gugatan hukum telah menghambat usaha Komisi Kebenaran Filipina untuk memeriksa kasus korupsi yang diduga dilakukan mantan Presiden Gloria Arroyo selama sembilan tahun ia berkuasa.

Sekutu penting Arroyo mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung untuk menolak legalitas komisi itu sehingga mahkamah belum memutuskan masalah tersebut.

Flerida Ruth Romero, salah seorang dari tiga pensiunan hakim Mahkamah Agung di komisi itu, mengatakan, pihaknya tidak dapat memulai pengusutan sebelum mahkamah itu memutuskan tentang gugatan tersebut.

"Menurut pandangan saya, kami tidak dapat menangani tindakan yang riil. Kami bahkan belum memiliki anggaran," kata Flerida Ruth Romero, Jumat (15/10/2010).

Presiden Filipina Benigno Aquino membentuk Komisi Kebenaran setelah berkuasa pada 30 Juni untuk menyelidiki dugaan korupsi tingkat tinggi dalam pemerintah Arroyo.

Hilario Davide, ketua komisi itu, mengatakan, lembaga itu memiliki mandat untuk merampungkan tugasnya pada akhir tahun 2012, dan karena itu perlu memulai penyelidikan segera.

Arroyo selamat dari dua usaha pemakzulan di parlemen yang menyangkut tuduhan-tuduhan kecurangan dalam pemilihan presiden.

Berdasarkan konstitusi, ia melepaskan jabatannya tahun ini dan meraih kursi dalam Dewan Perwakilan Rakyat pada pemilu nasional Mei lalu.

Para kritikus menuduh Arroyo tidak mengikuti kebiasaan para mantan presiden, yang meninggalkan kegiatan politiknya. Dengan demikian, ia tetap memiliki kekuatan politik untuk melawan kemungkinan dihukum.

Arroyo menunjuk sekutu dekatnya, Renato Corona, sebagai Ketua Mahkamah Agung dalam bulan-bulan terakhir jabatannya.

Tindakan tersebut membuat Aquino marah dan mengatakan bahwa presiden mendatang seharusnya tidak melakukan tindakan seperti itu.

Mahkamah Agung tidak memberikan indikasi kapan lembaga pengadilan itu memutuskan gugatan yang diajukan sekutu Arroyo itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau