Inilah Lexus bagi Kalangan Muda

Kompas.com - 15/10/2010, 16:44 WIB

KOMPAS.com Berbeda dengan dua hari sebelumnya yang selalu diguyur hujan, cuaca di Chantilly, 40 kilometer di utara Paris, Perancis, 1 Oktober 2010, sangat cerah. Suhu udara 17 derajat celsius membuat para wartawan Asia yang sedang bersiap untuk melakukan test drive Lexus CT 200h sangat nyaman; tidak panas dan tidak terlalu dingin.

Setelah sarapan dan mendapat pengarahan dari Deputy General Manager Lexus Marketing Department Toyota Motor Asia Pacific Giri Venkatesh, sekitar pukul 10.00, kami, para wartawan dari Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Thailand, Filipina, dan Indonesia, segera menuju halaman Chateua Hotel Mont Royal, tempat kami menginap. Di sana telah terparkir 11 mobil baru Lexus CT 200h yang siap diuji jalan. Setelah mengambil foto dan mengecek berbagai kelengkapan, termasuk peta, kami pun masuk ke mobil hibrida yang sudah ditentukan.

Bersama David, wartawan Singapura, saya memilih untuk menikmati dulu sebagai penumpang. Sementara itu, David mengemudikan mobil yang baru diperkenalkan pertama di arena Paris Motor Show ini sehari sebelumnya dan siap dipasarkan di Eropa pada awal November nanti.

Kabin yang lega dengan interior mewah membuat siapa pun yang berada di dalam mobil itu merasa nyaman. Lexus CT 200h memadukan motor listrik dan mesin konvensional sebagai penggerak. Dengan motor listrik yang bekerja pada kecepatan rendah (hingga 45 kilometer per jam), mobil bergerak nyaris tanpa suara. Alunan musik yang terpancar dari perangkat tata suara pun terasa lembut.

Uji jalan itu berlangsung dalam tiga rute. Rute pertama sepanjang 67 kilometer, keliling di sekitar kota Chantilly yang bernuansa pedesaan Eropa. Setelah keluar dari kawasan resor, kami menyusuri jalanan kampung yang lengang dengan pepohonan di kanan kiri jalan. Tak sampai 10 menit, kami memasuki kota kecil yang mirip-mirip dengan kota di Bandungan atau Tawangmangu, Jawa Tengah.

Dipandu perangkat navigasi, perjalanan menjadi mudah. Sekitar 20 menit dari hotel, mata kami tertumpu pada sebuah pemandangan luar biasa indah di depan. Sebuah bangunan kastel kuno berdiri anggun di belakang danau biru dengan hamparan rumput yang sangat luas. Itulah Chateau de Chantillu Castle yang dibangun pada 1884.

Selepas kastel, perjalanan dilanjutkan di perladangan sangat luas yang didominasi tanaman sayur-sayuran dan jagung.

Seusai makan siang, kami melanjutkan dengan rute kedua dan ketiga yang jaraknya sekitar 165 kilometer dengan melalui ruas jalan umum, termasuk jalan bebas hambatan.

Humas PT Toyota Astra Motor, Rouli Sijabat, yang mendampingi saya di rute kedua itu mengatakan, "Mobil ini bukan hanya untuk dipacu, tetapi juga untuk dinikmati kenyamanannya," katanya.

Saya lalu teringat pesan Adrian, Manajer Lexus Indonesia, bahwa Lexus itu tidak sekadar berjualan mobil, tetapi lebih memberikan pengalaman berkendara.

Membidik orang muda kaya

Lexus sebagai mobil premium produksi Toyota masuk ke Indonesia beberapa tahun lalu. Namun, baru tiga tahun lalu, Toyota Astra Motor serius menggarap pasar Lexus dengan membentuk divisi sendiri, yakni Lexus Indonesia. Ternyata, Lexus yang harganya lumayan tinggi itu terjual ratusan unit per tahun, mulai dari model sedan hingga SUV.

Mobil-mobil Lexus yang dijual hingga Rp 2,7 miliar, untuk model sedannya, pada umumnya diserap oleh kalangan yang berumur 40 tahun lebih. Hal itu yang menyebabkan Lexus juga menjajaki konsumen yang datang dari kalangan muda, antara lain dengan meluncurkan Lexus CT 200h yang bersosok hatchback di Paris Motor Show, akhir September lalu.

Di Eropa, CT 200h bisa mulai dibeli pada awal November ini dengan harga sekitar 350.000 euro atau sekitar Rp 400 juta. Di Asia, CT 200h kemungkinan baru dipasarkan pada kuartal pertama tahun 2011. Harganya? Adrian dari Lexus Indonesia mengaku belum tahu. Ia hanya memberi perkiraan harga di bawah Rp 1 miliar. Bagaimana dengan kemungkinan penjualannya? Adrian optimistis, pasarnya cukup besar. (Marcus Suprihadi)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau