Jangan Berbuat Aneh di Monas, Ada CCTV!

Kompas.com - 15/10/2010, 17:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat siap memasang delapan kamera CCTV di Taman Monumen Nasional dengan anggaran Rp 1,7 miliar. "Anggarannya sudah turun, proyek siap dilaksanakan dan awal Desember sudah harus terpasang," kata Kepala Seksi Sistem Informasi Sudin Kominfomas Jakpus Ridho Bahar, Jumat (15/10/2010).

Dengan terpasangnya CCTV di kawasan Monas, diharapkan masalah yang terjadi di kawasan tersebut bisa terdeteksi sedini mungkin sehingga ketertiban, keamanan, dan kebersihan kawasan tetap terjaga. "Delapan kamera itu sudah cukup memadai untuk mendeteksi seluruh masalah yang terjadi di sana, kalau ternyata tidak maksimal, akan kami maksimalkan," kata Ridho.

Ia menjelaskan, sejak terbit SK Gubernur No 101 tentang Pelimpahan Pengelolaan Kawasan Monas ke Pemkot Jakarta Pusat, rancangan pengelolaan disusun, sampai akhirnya kesepakatan untuk memasang CCTV digulirkan.

Tahapan pemasangan siap dimulai, diawali dengan pertemuan antara Sudin Kominfomas Jakpus, selaku kuasa pengelola anggaran, dan Direktur PT Harapan Mulia Karya, selaku pemenang tender.

Setelah itu, menentukan titik pemasangan tiang penyangga. Kemungkinan tiang itu akan dipasang di empat sudut terluar dari kawasan Taman Monas, masing-masing sudut dua kamera.

"Kameranya bisa berputar ke segala arah. Tidak hanya itu, view antara kamera satu dengan lainnya bisa terlihat, tujuannya untuk menjaga keamanan kamera tersebut dari tangan-tangan jahil," terang Ridho.

Kamera tersebut juga akan dilengkapi alat pengeras suara agar bisa langsung memberikan peringatan terhadap pelaku pelanggaran dan memberikan efek jera. Jika hanya membuang sampah sembarangan, pelakunya bisa langsung diperingatkan untuk tidak lagi melakukan perbuatan itu atau memintanya untuk memungut sampah tersebut lalu membuangnya ke tempat yang semestinya.

"Kalau ketangkap basah oleh CCTV sedang menodong atau melakukan tindakan asusila, bisa kami datangkan polisi atau Satpol PP," jelas Ridho.

Ruang monitoring-nya berada di Sudin Kominfomas Jakarta Pusat dan Crisis Center. Karena itu, selain melakukan pemasangan tiang dan kamera, jajaran juga akan membuat perangkat pendukung, seperti ruang monitoring, display, server, dan perangkat radio link. "Biaya pembuatan sarana pendukung itu yang besar, kalau beli kameranya tidak mahal, satu kamera harganya diperkirakan Rp 26-Rp 28 juta," ungkap Ridho.

Kamera CCTV juga akan memantau titik-titik genangan air di kawasan Monas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau