Demo 20 oktober

Pengunjuk Rasa Diminta Tertib

Kompas.com - 15/10/2010, 19:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta semua elemen masyarakat yang akan berunjuk rasa pada 20 Oktober mendatang untuk bersikap tertib dan tidak anarkistis. Para pengunjuk rasa juga diminta tidak merusak fasilitas kota selama memperingati satu tahun kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

"Silakan berunjuk rasa karena itu adalah hak setiap warga negara. Namun, jangan menggunakan cara kekerasan dan jangan merusak fasilitas kota atau properti orang lain," kata Fauzi Bowo.

"Jika ada pengunjuk rasa yang merusak fasilitas kota, Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya akan mencari pelakunya dan memprosesnya secara hukum. Kekerasan dan perusakan yang dilakukan sendiri-sendiri atau bersama-sama akan langsung ditindak dan pelakunya akan ditangkap," kata Fauzi.

Peringatan ini dilontarkan oleh Fauzi Bowo karena setiap 20 Oktober selalu terjadi unjuk rasa untuk memperingati dilantiknya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden. Dalam beberapa unjuk rasa terjadi perusakan fasilitas kota, seperti pemecahan pot, pemecahan lampu jalan, dan perusakan lampu lalu lintas.

Jakarta, kata Fauzi, tidak menoleransi lagi tindakan kekerasan yang dilaksanakan secara sendiri ataupun berkelompok. Kekerasan sering terjadi baik dalam unjuk rasa massal maupun perkelahian antarkelompok.

Ormas

Terkait dengan kekerasan yang sering dilakukan oleh kelompok-kelompok organisasi massa dan kelompok etnis kedaerahan, Pemprov DKI juga sudah menggandeng Polda Metro Jaya untuk mengantisipasinya. Pemprov DKI juga sudah membentuk forum silaturahim antaretnis.

Dalam forum ini, semua pimpinan ormas dan tokoh masyarakat etnis kedaerahan berkumpul untuk bersilaturahim dan mendiskusikan masalah yang ada. Dengan forum ini, semua konflik diharapkan dapat diselesaikan dengan cara damai.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman mengatakan, Polda siap membantu Pemprov DKI untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota yang damai dan aman. Semua pengunjuk rasa akan selalu diimbau untuk bersikap tertib dan akan langsung ditangkap jika melakukan kekerasan dan perusakan.

"Polda akan terus bekerja keras untuk mengatasi premanisme di Jakarta. Setiap ormas juga akan didekati dan dibina agar tidak menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan mereka," kata Sutarman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau