JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta semua elemen masyarakat yang akan berunjuk rasa pada 20 Oktober mendatang untuk bersikap tertib dan tidak anarkistis. Para pengunjuk rasa juga diminta tidak merusak fasilitas kota selama memperingati satu tahun kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.
"Silakan berunjuk rasa karena itu adalah hak setiap warga negara. Namun, jangan menggunakan cara kekerasan dan jangan merusak fasilitas kota atau properti orang lain," kata Fauzi Bowo.
"Jika ada pengunjuk rasa yang merusak fasilitas kota, Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya akan mencari pelakunya dan memprosesnya secara hukum. Kekerasan dan perusakan yang dilakukan sendiri-sendiri atau bersama-sama akan langsung ditindak dan pelakunya akan ditangkap," kata Fauzi.
Peringatan ini dilontarkan oleh Fauzi Bowo karena setiap 20 Oktober selalu terjadi unjuk rasa untuk memperingati dilantiknya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden. Dalam beberapa unjuk rasa terjadi perusakan fasilitas kota, seperti pemecahan pot, pemecahan lampu jalan, dan perusakan lampu lalu lintas.
Jakarta, kata Fauzi, tidak menoleransi lagi tindakan kekerasan yang dilaksanakan secara sendiri ataupun berkelompok. Kekerasan sering terjadi baik dalam unjuk rasa massal maupun perkelahian antarkelompok.
Ormas
Terkait dengan kekerasan yang sering dilakukan oleh kelompok-kelompok organisasi massa dan kelompok etnis kedaerahan, Pemprov DKI juga sudah menggandeng Polda Metro Jaya untuk mengantisipasinya. Pemprov DKI juga sudah membentuk forum silaturahim antaretnis.
Dalam forum ini, semua pimpinan ormas dan tokoh masyarakat etnis kedaerahan berkumpul untuk bersilaturahim dan mendiskusikan masalah yang ada. Dengan forum ini, semua konflik diharapkan dapat diselesaikan dengan cara damai.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman mengatakan, Polda siap membantu Pemprov DKI untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota yang damai dan aman. Semua pengunjuk rasa akan selalu diimbau untuk bersikap tertib dan akan langsung ditangkap jika melakukan kekerasan dan perusakan.
"Polda akan terus bekerja keras untuk mengatasi premanisme di Jakarta. Setiap ormas juga akan didekati dan dibina agar tidak menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan mereka," kata Sutarman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang