Evaluasi kib ii

Golkar: SBY Perlu Tata Ulang Kabinet

Kompas.com - 15/10/2010, 19:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Golkar mencermati kinerja anggota Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Dalam pengamatan partai berlambang pohon beringin itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sepatutnya melakukan penataan kabinet.

"Kalau melihat kebutuhan ke depan, penataan itu penting. Artinya, kalau Golkar sebagai pemegang tampuk kekuasaan tertinggi, tentunya Golkar akan langsung melakukan tindakan itu," ujar Ketua DPP Partai Golkar Firman Soebagyo di Gedung DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (15/10/2010).

Menurutnya, penataan dibutuhkan melihat tantangan ke depan yang semakin berat. Untuk mengatasi tantangan tersebut, dibutuhkan kompetensi di bidangnya.

"Apakah menteri-menteri yang ada sekarang ini memang memiliki kompetensi di bidangnya atau tidak? Ya itu yang punya hak adalah Presiden," ungkapnya.

Firman menambahkan, lantaran pemegang puncak kekuasaan berada di luar Partai Golkar, pencermatan kinerja kabinet pun akhirnya beralih ke tangan SBY.

"Presiden bukan dari Golkar, ya kami serahkan ke Presiden saja," katanya seraya memastikan bahwa Partai Golkar akan melayangkan evaluasi satu tahun kinerja pemerintahan SBY-Boediono pada 20 Oktober mendatang.

"Haruslah dipahami evaluasi dan kritik dilakukan Golkar terhadap pemerintah bukanlah persoalan senang atau tidak senang kepada pemerintah. Ini karena Golkar tetap konsisten mengawal pemerintahan SBY-Boediono hingga 2014," paparnya.

Firman menjelaskan, kritik dan evaluasi partai berlambang pohon beringin ini akan bersifat obyektif, konstruktif, dan proporsional. Pasalnya, Golkar senantiasa mementingkan pendekatan pemecahan masalah menjadi solusi, dan bukannya menjadi bagian dari masalah itu sendiri.

"Sebagai sahabat atau teman yang baik, wajar saja kalau Golkar melakukan otokritik karena apa yang disampaikan Golkar apa adanya," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau