JAKARTA, KOMPAS.com - Kapal Rainbow Warrior, milik organisasi pemerhati lingkungan Greenpeace, masih tertahan di perairan internasional karena belum mendapatkan izin masuk ke Indonesia.
"Izin belum keluar. Kita masih tetap mencoba supaya kapal bisa masuk," kata perwakilan Greenpeace Asia Tenggara Nur Hidayati yang dihubungi di Jakarta, Jumat (15/10/2010).
Nur Hidayati mengatakan, pihaknya masih terus mencoba mengurus izin ke Kementerian Luar Negeri agar Rainbow Warrior bisa berlabuh di Tanjung Priok, Jakarta. "Kita coba bertemu dengan Kemlu. Kita sudah kirim rencana perjalanan yang baru, karena itinerary (rencana perjalanan) awal berubah disebabkan kapal belum bisa masuk," katanya.
Nur Hidayati mengatakan, pihaknya tidak mengetahui alasan kapal mereka tidak diizinkan masuk Indonesia.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara Von Hernandes di Jakarta, Kamis (14/10/2010), membantah bahwa kedatangan Rainbow Warrior ke Indonesia memiliki agenda tersembunyi sehingga dihalangi pemerintah.
Hernandes menampik pernyataan Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah bahwa Greenpeace mempunyai agenda tersembunyi dengan kedatangan kapal mereka. "Oleh karena itu kami mengirim surat untuk menjelaskan kegiatan kami. Kami jelaskan bahwa kami hanya bertemu dengan pendukung kami di Jakarta," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang