Bj habibie

Habibie dan Ainun

Kompas.com - 16/10/2010, 04:05 WIB

Menerima banyak tamu dan berbincang tentang penerbangan tampaknya bisa mengurangi duka mantan Presiden BJ Habibie (74)

setelah kepergian istrinya, Hasri Ainun Habibie, 22 Mei silam. Sebagai pakar penerbangan dan teknologi, Habibie dengan penuh semangat menjawab berbagai pertanyaan tim Komite Inovasi Nasional yang Kamis (14/10) lalu bersilaturahim ke rumahnya.

Kepada tim yang dipimpin Prof Zuhal ini, Habibie menjelaskan, enam bulan lalu, Ibu Ainun masih ada, dan setiap kali bisa muncul di ruang pertemuan yang juga ruang perpustakaan itu untuk ikut menyapa atau mengingatkan suaminya.

Namun, meski sang istri telah tiada, bayangannya terus mengikuti Habibie, karena Ainun hadir pada setiap hidup dan pekerjaannya. Tentang pesawat terbang pun, kata Habibie, ”Tidak mungkin jika tidak ada Ibu. Dia tahu karena dia orangnya pintar. Ia menginspirasi saya di mana-mana.”

Habibie sedang bekerja keras menyelesaikan buku tentang dia dan istrinya, yang diberi judul Habibie dan Ainun. Dia telah merampungkan 28 bab dari 35 bab yang akan disusunnya. Buku itu rencananya diluncurkan akhir November 2010.

Bapak dua anak dan kakek empat cucu ini masih sibuk menemui pejabat pemerintah yang ingin berkonsultasi tentang masalah pembangunan, khususnya yang terkait dengan industri strategis. (nin)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau