Penuturan Kepala Kepolisian Resor Lebak Ajun Komisaris Besar Widoni Fedri ketika dihubungi, Jumat (15/10), EO ditangkap di sekitar wilayah Panjang, Provinsi Lampung.
Seperti diberitakan sebelumnya, EO adalah satu dari dua orang yang dicari polisi setelah peristiwa terbakarnya 24 kereta di Stasiun Besar Rangkasbitung, Senin subuh lalu. Satu orang yang masih buron adalah TP.
Polisi kemarin menggelar rekonstruksi saksi-saksi terkait kasus pembakaran rangkaian kereta di Stasiun Besar Rangkasbitung. Sejauh ini polisi sudah memeriksa 30 saksi untuk dimintai keterangan terkait pembakaran rangkaian kereta pada Senin subuh lalu.
Penuturan Widoni, saksi yang sudah diperiksa tersebut berasal dari internal PT Kereta Api Indonesia dan juga beberapa warga yang tinggal di sekitar stasiun.
Berdasarkan pantauan, rekonstruksi tersebut digelar di rangkaian kereta yang terbakar. Rangkaian kereta terbakar tempat dilangsungkannya rekonstruksi tersebut dibatasi oleh garis polisi sehingga warga dan termasuk wartawan dilarang masuk.
Proses rekonstruksi itu sempat menarik perhatian warga sekitar. Beberapa warga bahkan terlihat mencoba mendekat ke garis polisi, yang lantas diperingatkan petugas polisi yang berjaga agar warga tidak memasuki garis polisi.
Pada Jumat sore terlihat ada dua saksi yang dibawa ke lokasi rekonstruksi. Satu saksi adalah seorang laki-laki yang mengenakan kaus biru. Sementara satu saksi lainnya adalah seorang perempuan berkaus merah.
Disebabkan batas garis polisi dengan rangkaian kereta tempat rekonstruksi tersebut digelar cukup jauh, tidak terdengar jelas semua yang dikatakan para saksi. Meski demikian, sempat terdengar ada suara bantah-bantahan di antara dua saksi yang dibawa ke lokasi pada saat bersamaan tersebut.
Ketika hendak dikonfirmasi seusai digelarnya rekonstruksi tersebut, petugas enggan memberikan keterangan detail mengenai jalannya rekonstruksi tersebut. Mereka langsung membawa pergi kedua saksi dengan mobil meninggalkan lokasi rekonstruksi, yang berada di jalur penyimpanan kereta menginap di Stasiun Besar Rangkasbitung.
Sementara itu, bangkai kereta yang terbakar hingga kemarin masih berada di jalur III, IV, V, dan VI Stasiun Besar Rangkasbitung.
Dari delapan jalur yang ada di Stasiun Besar Rangkasbitung, hanya jalur I, II, dan III yang terlindungi naungan atap stasiun. Lima jalur lainnya beratap langit. Pada kondisi normal, jalur I, II, dan III digunakan sebagai jalur keberangkatan.
Akibat belum dipindahkannya kereta yang terbakar itu, keberangkatan kereta dari Stasiun Besar Rangkasbitung hanya menggunakan jalur I dan II. Di antara jalur II dan III terbentang terpal warna biru yang menutupi bangkai kereta yang hangus.
Akibat lainnya, saat ini hanya dua rangkaian kereta yang dapat menginap di Stasiun Besar Rangkasbitung. Tiga rangkaian kereta lainnya diinapkan di stasiun berbeda.