MANCHESTER, KOMPAS.com - Pelatih Manchester City, Roberto Mancini, mengaku kecewa kepada orang-orang yang secara verbal dan non-verbal menyudutkan anak didiknya, Nigel De Jong, menyusul pelanggarannya kepada pemain Newcastle United, Hatem Ben Arfa, yang berujung patahnya dua tulang betis pemain asal Perancis itu, dalam lanjutan Premier League, 3 Oktober lalu.
Manajer Newcastle, Chris Hughton mengaku mempertanyakan motivasi De Jong melanggar Ben Arfa dengan keras, karena saat itu, Ben Arfa tidak berada dalam posisi membahayakan benteng City.
Pernyataan Hughton, disusul keputusan pelatih tim nasional Belanda, Bert van Marwijk, mencoret De Jong dari skuad yang akan melakoni kualifikasi Piala Eropa, melawan Moldova dan Swedia, 8 dan 12 Oktober lalu.
"Saya sangat kecewa kepada orang-orang yang bicara soal tekel Nigel De Jong. Saya menyesal atas musibah yang menimpa Ben Arfa, tetapi hal-hal seperti itu terjadi dalam sepak bola. Itu adalah tekel yang normal," ujar Mancini.
"Ia kecewa dicoret dari timnas dan itu normal. Ia pemain belanda dan selalu memberikan seratus persen untuk mereka. Saya pikir, ia akan berusaha kembali masuk tim Belanda," tambahnya. (SCN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang