Penculikan

Somalia, Negeri Mimpi Buruk

Kompas.com - 16/10/2010, 20:12 WIB
KOMPAS.com – Beritanya singkat. Dua pekerja kemanusiaan dari Save The Children menjadi korban penculikan di Somalia oleh sekelompok orang bersenjata.  Menurut pernyataan organisasi itu, kedua pekerja tersebut disergap di dekat kota Adado, dekat perbatasan dengan Ethiopia. Mereka adalah seorang konsultan keamanan asal Inggris dan seorang pekerja lokal, begitu warta AP dan Reuters pada Sabtu (16/10/2010).
Pekerja berkebangsaan Somalia yang diculik kemudian dibebaskan, kata sejumlah laporan. Sementara menurut sejumlah warga setempat konsultan yang ditangkap itu memiliki kewarganegaraan Zimbabwe.
Penculikan ini terjadi di tengah pertempuran di Adado yang melibatkan persenjataan berat termasuk tank. Pertempuran terjadi hari Jumat dan menyebabkan sedikitnya tujuh korban tewas.
Warga lokal mengatakan pada Mwalimu di ibu kota Mogadishu, kelompok Islam moderat yang bersekutu dengan pemerintahan dukungan PBB menguasai kota itu setelah merebutnya dari tangan seorang panglima perang.
Balasan
Seorang pakar Somalia mengatakan kelompok moderat Ahlu Sunnah Wal Jamaa menyerang Adado sebagai balasan atas penculikan itu. Namun kelompok itu mengatakan mereka menyerbu karena meningkatnya kegiatan kelompok garis keras al-Shabab yang diduga terkait al-Qaeda.
Adado juga diduga terkait erat dengan sejumlah kelompok bajak laut yang kerap mengincar kapal internasional dan menjadikan awaknya sebagai sandera untuk mendapat tebusan besar.
Namun hingga kini, Adado masih dipandang sebagai wilayah yang cukup stabil di Somalia tempat  sejumlah lembaga kemanusiaan memilih menempatkan pekerjanya disana karena di wilayah lain dianggap terlalu berbahaya.
Konsultan keamanan Save the Children awalnya pergi ke kawasan itu untuk melihat apakah kota itu cukup aman untuk menjadi markas organisasi itu untuk meneruskan misi membantu anak-anak yang sakit dan kurang gizi serta keluarga mereka.
Namun Kamis petang, sekelompok pria bersenjata menyerbu bangunan yang dipakai sebagai perumahan staf dan menculik para sandera.
Save the Children mengatakan sangat prihatin dengan kejadian ini dan menyerukan pembebasan para pekerjanya tanpa syarat.
 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau