Musim haji

Pemuda Asal Ambon Sudah 25 Kali Haji

Kompas.com - 17/10/2010, 08:52 WIB

JEDDAH, KOMPAS.com — Pemuda asal Ambon, Musaid Jamil Hole (31), yang tinggal di Makkah, Arab Saudi, sejak berusia 6 tahun telah membantu pelaksanaan ibadah haji bagi jemaah Indonesia selama 10 tahun dan dia pun 25 kali melaksanakan ibadah haji.

Musaid sebagai salah seorang "mukimin" orang yang menetap di Arab Saudi bisa membantu pelaksanaan ibadah haji selama 10 tahun melalui statusnya sebagai tenaga musiman yang direkrut oleh Kantor Urusan Haji Indonesia di Arab Saudi, katanya kepada Antara akhir pekan ini.

Sebagai tenaga musiman, Musaid yang telah 25 kali berturut-turut menunaikan ibadah haji itu bertugas menjadi sopir.

Selain itu, Muhammad Fiqri, asal Kecamatan Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang dijumpai di sekitar kompleks Masjidil Haram, Makkah, Sabtu lalu, mengatakan, dia telah bermukim dua tahun di kota suci itu dan hidup tanpa bermodal uang cukup.

Muhammad Fiqri bekerja serabutan dan telah menjadi haji dan bahkan telah menjadi pemandu bagi jemaah haji Malaysia.

Penghasilan dari memandu jemaah haji Malaysia itu berkisar 1.500 real atau sekitar Rp 3,5 juta.

Di luar musim haji, ia bersama puluhan mukimin Indonesia lainnya mengerjakan apa saja yang menghasilkan uang untuk bertahan tinggal di Tanah Haram ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau