Sate ikan thukuk dari liwa

Nama Keren Blue Marlin, Nama Gaul Thukuk

Kompas.com - 17/10/2010, 11:25 WIB

LIWA, KOMPAS.com - Sate ikan "tukhuk" makin digemari wisatawan mancanegara yang mengunjungi pesisir Lampung Barat, karena rasa ikan blue marlin itu gurih.      "Harga sate ikan tukhuk juga tergolong murah," kata Rahayu T, pedagang satai ikan di Pasar Krui Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Lampung Barat, sekitar 322 km sebelah barat Bandarlampung, Minggu (17/10/2010).      Menurut dia, sate ikan blue marlin menjadi ikon makanan Pesisir Lampung Barat. Ia menjelaskan, setiap hari wisatawan asing yang mengunjungi pesisir Lampung Barat, selalu memesan sate ikan blue marlin.      "Daging ikan blue marlin berbeda dengan ikan lain, sehingga wisatawan asing itu setelah mencobanya, akan ketagihan," kata dia.      Kemudian, lanjut dia, harga satai ikan blue marlin cukup murah. "Daging ikan blue marlin dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Mayoritas pedagang makanan memilih ikan ini sebagai bahan baku makanan olahan, karena daging ikan ini mirip dengan daging hewan," katanya.      Salah seorang turis asal Portugal, Joaquin (36) mengatakan satai ikan blue marlin menjadi makanan favoritnya. "Setiap saya datang ke Pesisir Lampung Barat, saya pasti makan sate ikan blue marlin, sebab rasa sate ikan ini sangat gurih," katanya.       Menurut dia, rasa sate ikan blue marlin unik dan berbeda dengan makanan olahan lainnya. "Makanan ini layak dijadikan makanan khas Pesisir, karena baru Lampung Barat yang membuat olahan sate dari ikan blue marlin, dan kurang rasanya datang ke Pesisir bila tidak mencicipi satai ikan ini," katanya.      Potensi perikanan di perairan Lampung Barat berlimpah sehingga menjadi peluang bagi pelaku bisnis untuk mengembangkan makanan berbahan baku ikan laut.      Rata-rata setiap penjual satai ikan mampu menghabiskan sekitar 200 hingga 400 tusuk satai ikan tukhuk dengan harga Rp 15 ribu per porsi.      Para pedagang satai di daerah  itu menyebutkan pasokan ikan dari nelayan lancar setiap harinya. Harga daging ikan blue marlin di pasaran mencapai Rp 45.000/kg.      Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Barat, Nata Djudin Amran, mengimbau masyarakat setempat untuk dapat mengembangkan usaha makanan berbahan baku ikan.      "Dengan melimpahnya potensi perikanan, tentu menjadi peluang usaha bagi masyarakat untuk membuka pengolahan makanan, sehingga usaha olahan makanan ikan ini akan dapat mendukung usaha pariwisata di daerah ini," kata Nata.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau