Mutilasi

Korban Mutilasi Diduga Warga Kramatjati

Kompas.com - 17/10/2010, 15:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Identitas korban kasus mutilasi sudah didapatkan jajaran Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, tapi belum bisa diumumkan karena masih menunggu hasil tes DNA oleh tim forensik Mabes Polri di RS Polri Kramat Jati.

"Meski identitasnya sudah diketahui, motif pembunuhan belum bisa dipastikan. Diharapkan selesai satu pekan ini," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jaktim, Kompol Nicolas A Lilipaly, Minggu (17/10/2010) di Jakarta.

Aparat mensinyalir korban adalah warga Kecamatan Kramatjati karena ada kaitan dengan keterangan seorang istri dan anak yang mirip ciri-ciri korban mutilasi. "Tahi lalat pada wajah korban memperlihatkan kemiripan dengan apa yang dijelaskan anggota keluarga yang melapor ke polisi," kata Nicolas.

Ia menuturkan, keduanya datang ke Polsek Kramat Jati pada Jumat (15/10/2010) untuk mengecek anggota keluarga yang hilang. Mereka mengaku korban sudah kehilangan kontaknya sejak Senin (11/10/2010) lalu. "Istri dan anaknya melihat brosur yang beredar lalu datang bawa foto dan meyakinkan ada ciri-ciri yang mirip dengan identitas," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau