Mata uang

Sikap AS kepada China Mulai Melunak

Kompas.com - 18/10/2010, 03:38 WIB

WASHINGTON, JUMAT -  Pemerintahan Barack Obama mengumumkan akan menunda laporannya untuk memutuskan apakah China memang memanipulasi mata uangnya untuk mendapatkan keuntungan perdagangan. Penundaan ini akan dilakukan hingga pertemuan dengan para pemimpin negara bulan depan.

Sementara itu, Departemen Keuangan mengeluarkan pengumuman, Jumat (15/10), yang intinya memuji tindakan China yang membiarkan kurs yuan terapresiasi sebesar 3 persen sejak 19 Juni. Pemerintah AS juga mengumumkan investigasi terhadap keluhan serikat pekerja tentang praktik perdagangan pebisnis China yang dianggap mendapatkan keuntungan dari pasar energi bersih.

Kedua hal itu memperlihatkan bahwa AS tengah melakukan strategi diplomasi yang sangat berhati-hati. Sikap tersebut memberikan China lebih banyak waktu untuk memperlihatkan bahwa Beijing serius menanggapi kritik-kritik bahwa mereka telah menekan kursnya tetap rendah.

Sikap itu juga memungkinkan Presiden Obama memperlihatkan kepada industri AS, serikat pekerja, dan Kongres bahwa dia telah bersikap keras terhadap China sebelum pemilihan Kongres pada 2 November. Sebelummya, Obama seolah berada pada situasi dilematis: memerhatikan kepentingan dalam negeri (mempertahankan perolehan suara dalam pemilu dengan menuduh China manipulasi) atau menjaga hubungan baik dengan China.

Naik

Kurs yuan naik hampir 1 persen sejak awal September, sebuah langkah yang sangat dihargai oleh Departemen Keuangan AS.

”Jika langkah ini terus dilakukan secara konsisten dalam jangka waktu yang panjang, tentu akan membantu mengoreksi apa yang disebut Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai kurs mata uang yang berada di bawah nilai pasarnya,” demikian pernyataan Departemen Keuangan.

Industri di AS yakin bahwa kurs yuan sebenarnya 40 persen berada di bawah nilai wajar. Hal itu membuat barang ekspor AS menjadi lebih mahal serta sebaliknya, barang-barang China lebih murah dan eksportir AS kehilangan daya kompetisinya di pasar-pasar AS.

Frank Vargo, vice president untuk urusan internasional pada Asosiasi Manufaktur Nasional mengatakan, asosiasinya akan melihat apakah ada apresiasi yuan lebih cepat dari 1 persen per bulan. (AP/JOE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau