Ban Lepas 3 Mahasiswi Tewas

Kompas.com - 18/10/2010, 08:24 WIB

MADIUN, KOMPAS,com- Tiga mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Madiun tewas mengenaskan. Peristiwa itu terjadi setelah mobil Toyota Avanza nopol B 8698 GP yang dikemudikan Iman Pribadi (25) oleng dan menghantam pohon di pinggir Jl Raya Ponorogo-Madiun, Desa Batil, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Minggu (17/10) petang.

Diduga, kecelakaan tunggal tersebut karena ban kanan bagian belakang mobil yang ditumpangi delapan mahasiswa-mahasiswi itu pecah lalu terlepas. Selanjutnya, mobil oleng hingga menabrak pohon di pinggir jalan.

Tiga mahasiswi yang duduk di bangku tengah tewas seketika, kecelakaan juga menyebabkan lima lainnya luka berat dan ringan. Sedangkan kondisi mobil ringsek di bagian samping kanan dan ban kanan belakang lepas.

Oleh warga sekitar, dua korban tewas dilarikan ke Puskesmas Dolopo yang berjarak 20 meter dari lokasi kecelakaan. Seorang korban tewas lainnya dibawa ke RSUP dr Soedono Madiun.

Sedangkan lima korban luka berat dan ringan dilarikan ke UGD Puskesmas Dolopo. Namun, dua di antaranya harus dirujuk ke RSUP dr Soedono Madiun karena mengalami patah tulang tangan dan kaki.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, salah satu korban tewas mengalami luka mengenaskan dengan kondisi kepala pecah. Sedangkan dua korban tewas lainnya mengalami pendarahan di bagian kepala akibat benturan sangat keras antara mobil dengan pohon di pinggir jalan.

Ketiga korban tewas itu masing-masing Dwi Asih Agustina (22) warga Desa Kwangsen, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun; Mirawati (22) warga Jl Cokroanimoto, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun; serta Asih Dwi Nugrahani (22) warga Jl Sukoyo, Gang I, Kota Madiun.

Sedangkan korban luka adalah Siska (22) warga Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun; Edi Nur (22) warga Jl Indragiri, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun; Iman Pribadi (pengemudi), warga Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun; Arif Saifuddin (22) warga Jl Serayu, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun; serta Itok (23) warga Desa/Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan.

Edi Nur, korban luka, mengatakan, awalnya mobil yang mereka tumpangi itu melaju kencang dari arah selatan (Ponorogo) usai rekreasi di Pantai Teleng, Kabupaten Pacitan. “Karena waktu sudah sore, mobil kembali ke Madiun dulu,” katanya. Namun, di tengah perjalanan, ban pecah kemudian terlepas, sehingga mobil oleng lalu menabrak pohon.

Saat kecelakaan, Edi Nur mengaku sedang tertidur di jok belakang. Ia tertidur karena kecapekan setelah rekreasi di Pantai Teleng Ria Pacitan selama seharian penuh.

“Semua mahasiswa yang ikut dalam perjalanan rekreasi ini tinggal skripsi saja. Karena itulah kami mengadakan rekreasi,” ungkapnya.

Beruntung, saat mobil melaju tak terkendali, sejumlah warung yang ada di tepi jalan itu dalam keadaan sepi. Padahal, biasanya warung yang berderet itu hampir selalu dipadati penikmat kopi dan warga sekitar.

Seorang saksi mata, Hartono (56) pemilik bengkel seberang lokasi kejadian, mengatakan, ia melihat mobil itu oleng tak terkendali. Ia menduga hal itu disebabkan ban kanan bagian belakangan meletus. Selanjutnya, mobil kehilangan kendali, ban terlepas, dan mobil berhenti setelah menabrak pohon.

“Yang tewas tadi salah satunya, saya lihat kepalanya pecah. Saya sampai merinding saat mencoba mengevakuasi dan menolongnya. Yang tewas itu ketiga-tiganya duduk di bangku tengah. Saya langsung memanggil warga lain untuk mengevakuasi para korban,” kata Hartono.

Kasat Lantas Polres Madiun AKP Rahman membenarkan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kecelakaan itu karena ban pecah. Selanjutnya, as roda ban belakang kanan lepas, mobil oleng hingga menabrak pohon di pinggir jalan. “Kami masih meminta keterangan sejumlah saksi. Sebab, para korban selamat masih trauma,” tandasnya.(wan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau