Reisa Kartikasari: Kembali ke Kampung Halaman

Kompas.com - 18/10/2010, 11:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Memulai langkahnya sebagai Puteri Indonesia Lingkungan Hidup 2010, Reisa Kartikasari (24) kembali ke kampung halamannya di Yogyakarta.

Sebagai warga Yogyakarta, Reisa yang telah bergelar dokter ini mengaku bangga bisa menjadi wakil kota pelajar itu di ajang pemilihan Puteri Indonesia.

”Saya bangga sekali bisa mengenalkan Yogyakarta. Saat ngobrol dengan Ximena (Miss Universe 2010 asal Meksiko), dia bilang bahwa di negaranya, Yogyakarta memang dikenal sebagai daerah tujuan wisata,” ujarnya, Selasa (12/10).

Reisa yang tinggal di Yogyakarta dan kerap warawiri antara Kotagede dan Gondokusuman ini mengatakan, Yogyakarta dikenal karena kekayaan budayanya. Kekayaan budaya ini bisa menjadi modal untuk menjadikan Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata dunia.

Meski begitu, ia melihat banyak hal yang harus dibenahi. ”Kalau sekarang sepertinya masih semrawut. Banyak tempat yang harus dibersihkan dan dirapikan,” ujar putri yang sedang menempuh pendidikan master pada salah satu perguruan tinggi negeri ini.

Ayo dong, Reisa kan Puteri Indonesia Lingkungan Hidup, jadi bisa memelopori dan mengajak warga Kota Gudeg itu untuk membersihkan dan merapikan kotanya. (ARA/LOK)

 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau