Pembangunan jembatan

Setelah Selat Sunda, Baru Jembatan Lain

Kompas.com - 18/10/2010, 13:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, pemerintah belum merencanakan pembangunan Jembatan Selat Malaka sebelum penyelesaian Jembatan Selat Sunda.

"Kami tidak akan membangun jembatan ke Selat Malaka sebelum Jembatan Selat Sunda jadi," kata Hatta Rajasa seusai rapat koordinasi membahas masalah kehutanan di Jakarta, Senin (18/10/2010).

Dia menyebutkan, pemerintah akan membuat perencanaan pengembangan jembatan dalam rangka interkoneksi antarwilayah sesuai dengan arahan Presiden Yudhoyono. "Kami akan membuat sesuai dengan yang dikatakan Presiden," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Riau Rusli Zainal mengungkapkan adanya rencana pembangunan Jembatan Selat Malaka yang menghubungkan Pulau Rupat, Indonesia, dengan Teluk Gong, Malaysia. Rencana itu banyak direspons oleh pihak Malaysia.

"Terkait Jembatan Selat Malaka itu, justru pihak Malaysia yang proaktif mengambil konsep ini. Mereka sudah ’menjual’ ke China, bahkan sudah dibentuk perusahaan sendiri untuk investasi di proyek ini," ujar Rusli Zainal.

Menurut dia, pemerintah dalam proyek ini masih melakukan tahap pengkajian, baik estimasi waktu pembangunan maupun anggaran dana yang diperlukan.

Dia mengatakan, pembangunan megaproyek jembatan sepanjang 54,33 km itu juga harus menanti proyek Jembatan Selat Sunda selesai dibangun terlebih dahulu.

"Respons Presiden baik, beliau juga mendukung. Tapi memang dikatakan harus menunggu proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) karena JSS ini lebih diprioritaskan," ujarnya.

Dia mengatakan, apabila proyek jembatan antarnegara itu selesai maka Pulau Rupat sebagai penghubung dari Indonesia bisa dijadikan tempat wisata yang diikuti dengan pembangunan sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan yang diperlukan untuk menunjang jembatan antara Dumai-Malaka.

"Untuk mengawalinya, kami sudah membangun pelabuhan untuk kapal roll on-roll off (roro) yang menghubungkan Dumai di Riau dengan Melaka di Malaysia," ujar Rusli.

Menurut rencana, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan tersebut, antara lain Jalan Lubuk Gaung-Dumai sepanjang 15 km, Jembatan Lubuk Gaung-Pulau Mampu sepanjang 1.900 km, Jembatan Pulau Mampu-Pulau Payung sepanjang 2.000 m, serta Jembatan Pulau Payung-Pulau Rupat sepanjang 2.000 m.

Kemudian, jalan di Pulau Rupat sepanjang 48 km, Jembatan Selat Medang sepanjang 200 m, Jembatan Sei Simpur sepanjang 190 m, Jembatan Sei Medang Dalem 1 sepanjang 150 m, dan Jembatan Sei Medang Dalem 2 sepanjang 225 m.

Sebelumnya, disebutkan bahwa pembangunan Jembatan Selat Malaka diperkirakan akan menelan dana 11 miliar dollar AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau