Indonesia-china

Wapres Bertemu Sekjen PKC di China

Kompas.com - 18/10/2010, 18:19 WIB

GUANGZHOU, KOMPAS.com - Wakil Presiden Boediono, Senin (18/10) siang, pukul 13.00 WIB, meninggalkan Tanah Air menuju Nanning dan Beijing, China. Selain akan menghadiri Forum Energi keempat dengan kalangan pengusaha China dan membuka China-Asean Expo di Nanning, Wapres juga akan menghadiri perayaan 50 Tahun Kerjasama RI-China di Beijing.

Ia juga akan melakukan kunjungan kehormatan ke Wakil Presiden China Xi-Jinping, Wakil Perdana Menteri China Wen-Jiabao dan menerima kunjungan kehormatan Sekjen Partai Komunis China Komite Guangxi, Gou Sheng Kun.

Hal itu terungkap dari agenda perjalanan Wapres Boediono yang diterima Kompas, saat penerbangangan transit di Guangzhou, China, Kamis petang ini. "Wapres juga akan melakukan kunjungan kehormatan ke Wakil Presiden China Xi-Jinping dan Wakil Perdana Menteri China Wen-Jiabao di Beijing," kata seorang Staf Wapres.

Dalam kunjungan kerja itu, Wapres juga akan menyaksikan penandatangan empat perjanjian mengenai perdagangan, pembangunan konstruksi infrastruktur, keuangan melalui Bank Exim dan pembangunan proyek PLTU Cebukan Bawang, Bali.

"Wapres juga akan menerima kunjungan kehormatan Sekjen Partai Komunis China dan menghadiri pertemuan dengan masyarakat Indonesia di China," tambah Staf Wapres itu lagi.

Kunjungan kerja itu, Wapres Boediono didampingi Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh, dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Menteri BUMN Mustofa Abubakar.

Boediono akan terbang dari Base Ops Pangkalan TNI-AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta, menggunakan Pesawat TNI-AU, RJ-85. Direncanakan, Boediono akan berada tiga hari di China, dan tiba kembali ke Jakarta, pada Kamis, 2I Oktober mendatang.

Pulangnya, Wapres akan menggunakan pesawat komersial, Garuda Indonesia. Sebaliknya, saat pulang, Pesawat TNI-AU RJ-85 akan digunakan rombongan pers dan staf Wapres lainnya beserta Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) yang saat berangkat menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Sebelum terbang dengan Pesawat TNI-AU, RJ-85, yang transit di Singapura, dan Bangkok, Wapres menghadiri terlebih dulu Rapat Konsultasi Pemerintah dengan Pimpinan Lembaga Negara di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin paginya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau