SBY Minta Wapres Pulang Cepat

Kompas.com - 19/10/2010, 09:49 WIB

 NANNING, KOMPAS.com — Kunjungan kerja Wakil Presiden Boediono di tengah-tengah setahun usia pemerintahannya bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 20 Oktober mendatang, tampaknya "mengganggu" rencana evaluasi kinerja yang dilakukan kedua pemimpin ini di Jakarta.

Oleh sebab itu, kunjungan kerja Wakil Presiden Boediono untuk menghadiri China-ASEAN Expo (CAEXPO) dan China-ASEAN Business and Investment Summit (CABIS) di Nanning dan menghadiri peringatan 60 tahun hubungan RI-China dipercepat sehari lagi dari rencana sebelumnya. Padahal, sebelumnya, rencana kunjungan kerja Wakil Presiden dari tanggal 18-23 Oktober sudah dipercepat sehari menjadi 18-22 Oktober.

"Wakil Presiden disarankan mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, pukul 14.00 WIB. Katanya, membahas kinerja kabinet," ungkap sumber Kompas, sebelum keberangkatan rombongan Wakil Presiden Boediono di Jakarta hari Senin lalu.

Adanya rencana pulang cepat Wakil Presiden Boediono ternyata juga dibenarkan oleh sejumlah pejabat yang menyertai kunjungan Wakil Presiden selama di China. "Wakil Presiden pulang Rabu (20/10/2010) tengah malam dan diharapkan tiba di Jakarta pada pukul 11.00 WIB. Dan, pukul 13.00 WIB (Kamis) sudah berada di Istana Bogor," kata sumber Kompas lainnya.

Tentang apakah dari rapat kinerja di Sidang Paripurna di Istana Bogor akan dilanjutkan dengan rencana reshuffle kabinet, sumber-sumber itu tidak bisa memastikan. Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi sendiri saat ditanyai Kompas, kemarin, membenarkan akan adanya Sidang Kabinet di Istana Bogor.

Namun, ia tidak bisa memastikan topik pembahasannya. "Ada beberapa masalah yang akan dibahas. Soal itu (kinerja), ya bisa tidak bisa ya," katanya diplomatis, sambil terkekeh. Saat kunjungan kerja ke Papua Barat, akhir pekan lalu, Sudi kepada Kompas membenarkan bahwa evaluasi kinerja masih belum diselesaikan oleh Presiden Yudhoyono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau