Mahasiswa Ini Menilai SBY Gagal

Kompas.com - 19/10/2010, 10:38 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Puluhan mahasiswa dari Universitas 45 yang tergabung dalam beberapa elemen mahasiswa,  menggelar aksi demonstrasi dengan memblokir Jl Urip Sumohardjo, Selasa (19/10/2010).  Mereka terdiri dari Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Forum Mahasiswqa Toraja (Format) dan berbagai BEM dari kampus 45

Dalam aksinya mereka menolak kedatangan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Makassar. Selain itu bertepatan dengan momentum satu tahun kepemimpinan SBY-Boediono sebagai pemimpin negara Indonesia dinilai gagal.

Salah satu kegagalan SBY-Boediono adalah banyaknya persoalan bangsa tidak mampu diselesaikan, seperti dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, serta kesejahteraan masyarakat miskin.

Dalam aksinya mereka menyebut kepemimpinan SBY-Boediono selama genap 1 tahun telah gagal, selain itu mereka mendesak agar SBY segera menuntaskan kasus century yang hingga hari ini belum ada penyelesainnya.

"Kami meminta agar SBY-Boediono segera dilengserkan dari kursi jabatannya," ujar Syamsul Asri koordinator lapangan.

Aksi yang dilakukan para mahasiswa tersebut mengakibatkan sepanjang Jl Urip Sumoharjo kembali mengalami kemacetan total, akses jalan menuju ke Jl AP Pettarani lumpuh total.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau