Perang afganistan

Tentara Australia Tidak Segera Ditarik

Kompas.com - 19/10/2010, 11:32 WIB

CANBERRA, KOMPAS.com — Pemerintah Australia, Selasa, menolak permintaan penarikan segera pasukan dari Afganistan menjelang debat parlemen mengenai keikutsertaan Australia yang bisa mempersulit peran minoritas pemerintah di parlemen.

Menteri Pertahanan Stephen Smith mengatakan, Canberra berkomitmen untuk tetap menempatkan tentara di Afganistan setidaknya 2-4 tahun, dan menolak permintaan penarikan lebih awal dari Partai Hijau di parlemen yang memberi dukungannya kepada pemerintah dari partai Buruh. "Saya tidak berbicara mengenai strategi keluar," kata Smith kepada radio lokal. "Kita tidak dapat berada di sana selamanya. Tapi kita baru bisa meninggalkan tentara keamanan Afganistan saat mereka sudah bisa mengatur urusan mereka sendiri."

Australia mengirim sekitar 1.550 tentara ke Afganistan, kebanyakan bermarkas di Tirin Kot, Provinsi Uruzgan di Afganistan selatan. Dengan jumlah itu, Australia menjadi anggota non-NATO dengan jumlah tentara terbesar dalam koalisi internasional yang melawan Taliban di negara itu.

Namun, dukungan parlemen yang menggantung dan bertambahnya jumlah prajurit yang tewas, sekarang sebanyak 21 orang, serta berkurangnya dukungan publik atas perang tersebut, memicu debat dalam parlemen mengenai konflik yang memburuk itu. Partai Hijau, yang berpengaruh dan mendukung partai Gillard, yaitu Partai Buruh, setelah pemilu ketat pada 21 Agustus menginginkan penarikan tentara Australia dari Afganistan secepatnya.

Baik Gillard maupun pemimpin oposisi konservatif Tony Abbott akan menyampaikan komitmen ulang untuk tetap menempatkan tentara di Afganistan, beberapa anggota konservatif senior bahkan meminta tambahan tentara dan peralatan, termasuk tank dan helikopter penyerang.

Namun, partai pendukung masing-masing kubu diperkirakan mempertanyakan strategi Australia dan memanggil mantan kepala pasukan militer untuk suatu strategi keluar yang jelas. Bekas pasukan juga melancarkan protes tentang perang itu di depan parlemen.

Kesalahan telah dilakukan Amerika Serikat dan NATO mengenai strategi perang, kata Smith, termasuk terlalu lama menyadari kalau usaha militer juga memerlukan langkah-langkah untuk menarik dukungan warga sipil Afganistan dan mengalihkan wewenang ke tentara keamanan Afganistan. "Transisi (untuk memberikan wewenang kepada tentara Afganistan) akan tidak merata. Hal itu akan berubah setiap saat, tak terjadwal, dan diterapkan secara berbeda di tempat yang berbeda-beda di Afganistan. Di Provinsi Uruzgan, kami yakin hal itu dapat dilakukan dalam 2-4 tahun," kata Smith.

Meskipun pemerintah memerlukan dukungan Partai Hijau untuk mendapatkan dukungan mayoritas parlemen, termasuk rencana untuk mengurangi pajak dan harga karbon, kedua kubu di parlemen mempunyai pandangan yang berbeda mengenai strategi di Afganistan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau