Pemerintahan

Golkar Tak Resah dengan "Reshuffle"

Kompas.com - 19/10/2010, 13:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Bidang Politik Dewan Pimpinan Pusat  Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan, partainya menyerahkan urusan perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

"Kami dari Golkar tidak ikut campur. Hal itu merupakan wewenang dan hak prerogatif Presiden. Kalau berujung pada reshuffle, silakan saja," kata Priyo, menjawab santernya wacana reshuffle menjelang setahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, Selasa (19/10/2010) di Gedung DPR, Jakarta.

Priyo yang memegang jabatan sebagai Wakil Ketua DPR mengimbau agar tak ada keresahan mitra koalisi jika reshuffle menjadi sebuah kenyataan. "Kami menyerukan agar mitra koalisi untuk tidak khawatir berlebihan. Harus disadari bahwa itu kewenangan Presiden," katanya.

Bagaimana jika menteri dari Partai Golkar turut dalam "gerbong" reshuffle? "Kami ikhlas kalau kami kena. Tetapi, kalau diberi kepercayaan juga akan kami pertanggungjawabkan," ujar Priyo.

Ia sendiri enggan berkomentar, siapa saja menteri yang dinilai tak menunjukkan performa baik. "Biarlah itu menjadi kewenangan Presiden untuk mengevaluasi," kata Priyo yang ditemui seusai memimpin rapat paripurna.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau