JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Bidang Politik Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan, partainya menyerahkan urusan perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Kami dari Golkar tidak ikut campur. Hal itu merupakan wewenang dan hak prerogatif Presiden. Kalau berujung pada reshuffle, silakan saja," kata Priyo, menjawab santernya wacana reshuffle menjelang setahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, Selasa (19/10/2010) di Gedung DPR, Jakarta.
Priyo yang memegang jabatan sebagai Wakil Ketua DPR mengimbau agar tak ada keresahan mitra koalisi jika reshuffle menjadi sebuah kenyataan. "Kami menyerukan agar mitra koalisi untuk tidak khawatir berlebihan. Harus disadari bahwa itu kewenangan Presiden," katanya.
Bagaimana jika menteri dari Partai Golkar turut dalam "gerbong" reshuffle? "Kami ikhlas kalau kami kena. Tetapi, kalau diberi kepercayaan juga akan kami pertanggungjawabkan," ujar Priyo.
Ia sendiri enggan berkomentar, siapa saja menteri yang dinilai tak menunjukkan performa baik. "Biarlah itu menjadi kewenangan Presiden untuk mengevaluasi," kata Priyo yang ditemui seusai memimpin rapat paripurna.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang