Kasus mutilasi kramatjati

Punya Istri Empat, Masih Selingkuh Lagi?

Kompas.com - 19/10/2010, 14:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sodik (35), sahabat dekat Karyadi (53), banpol di Pasar Induk Kramatjati yang diduga sebagai korban mutilasi Kramatjati, mengaku siap dimintai keterangan oleh polisi.

"Jika benar korban mutilasi itu adalah Karyadi, saya siap kasih keterangan ke polisi untuk menyusuri motif pembunuhan sahabat saya itu," katanya, Selasa (19/10/2010) di rumahnya di Jalan H Ali, Kelurahan Gedong, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur.

Oleh para pedagang dan kuli panggul di Pasar Induk Sayur Buah Kramatjati, Sodik memang dikenal sebagai sahabat dekat Karyadi. Sodik memiliki lapak di Los E Pasar Induk Kramatjati untuk berjualan singkong dan ubi jalar.

Menurut Sodik, dia akan membeberkan bagaimana hubungan gelap Karyadi dengan seorang janda asal Solo, bernama Iy. Padahal Karyadi dikenal sudah memiliki sedikitnya empat orang istri.

"Hubungan dia sama Iy ada masalah. Soalnya sebelum berhubungan sama Karyadi, Iy ternyata punya hubungan juga dengan cowok lain," katanya.

Sodik mengaku sangat yakin, jika memang korban mutilasi itu adalah Karyadi, maka motif pembunuhan terhadap Karyadi pasti ada hubungannya dengan keberadaan Iy, janda asal Solo itu. "Kalau memang korban mutilasi adalah Karyadi. Pasti nggak jauh, dan ada hubungannya sama Iy," ujarnya.

Menurut Sodik, Karyadi sering menunjukkan beberapa SMS dari Iy kepada Karyadi, yang menyatakan mereka tak bisa bertemu karena Iy sedang bersama lelaki lain.

Sodik mengatakan dia sudah beberapa kali menasehati Karyadi agar meninggalkan dan melupakan Iy. "Tapi dia nggak mau denger. Dia bilang nggak bisa ngelupain Iy, sekalipun tahu Iy punya kekasih lain juga," ujarnya.

Menurut Sodik, Karyadi sangat menikmati hubungan gelapnya dengan Iy.

"Katanya hubungan sembunyi-sembunyi sangat enak. Kalau nggak selingkuh, hidup nggak enak," ujar Sodik menirukan ucapan Karyadi.

Namun, Sodik mengaku tak tahu dimana Iy tinggal dan belum pernah bertemu dengan kekasih gelap sahabatnya itu.

"Mereka sering ketemu di daerah Gandaria di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur. Mereka juga kerap check-in di motel di perempatan Caglak, di ujung Jalan Raya Gedong," katanya. (Budi SL Malau)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau