JAKARTA, KOMPAS.com — Sama seperti AKB Mardiyani, terdakwa Haposan Hutagalung mengatakan, tidak ada pembicaraan kasus Gayus Halomoan Tambunan saat pertemuan antara ia dan Mardiyani di Stasiun Gambir. Selain itu, menurut Haposan, ia tidak menyerahkan uang ke Mardiyani dalam pertemuan itu.
Haposan beralasan, saat itu ia hanya mengantarkan kawannya mencari tiket di Gambir. Menurut dia, awalnya tidak ada rencana pertemuan dengan Mardiyani. "Ke Gambir, saya bantu kawan cari tiket. Bulan puasa cari tiket kan setengah mati," kata dia saat sidang dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (19/10/2010).
Kemudian, kata Haposan, ia tahu bahwa Mardiyani selalu pulang ke kampung setiap hari Jumat. "Sesudah salaman sama teman, saya telepon dia (Mardiyani). Di mana? (Mardiyani jawab) di Gambir. Terus ketemu dia sebentar. Enggak ada hubungan dengan dia (Gayus)," lontar Haposan.
Haposan tak menjawab ketika ditanya apa yang dibicarakan dalam pertemuan itu. Dengan nada tinggi, Haposan kembali menjawab, "Enggak ada urusan dengan dia. Urusannya apa?"
Mardiyani saat bersaksi mengatakan, Haposan sempat menanyakan kasus apa yang sedang ia tangani. Ketika dikonfirmasi mengenai pernyataan Mardiyani itu, Haposan menjawab, "Di sana panas, sempit. Gila orang yang tanya kasus di tempat gitu?"
Seperti diberitakan, Gayus pernah mengatakan, Haposan mengirimkan pesan singkat (SMS) kepadanya. SMS yang masih tersimpan di ponselnya itu, kata Gayus, berisi bahwa Haposan melaporkan telah menyerahkan uang kepada Mardiyani di Gambir. Gayus meyakini bahwa pertemuan itu terkait kasusnya.
"(SMS) itu bohong. Suruh buka print out-nya, saya mau lihat. Kalau ada, baru tanya saya," lontar Haposan saat ditanya mengenai pernyataan Gayus itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang