Sidang akbp mardiyani

Haposan: Tak Serahkan Uang di Gambir

Kompas.com - 19/10/2010, 15:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sama seperti AKB Mardiyani, terdakwa Haposan Hutagalung mengatakan, tidak ada pembicaraan kasus Gayus Halomoan Tambunan saat pertemuan antara ia dan Mardiyani di Stasiun Gambir. Selain itu, menurut Haposan, ia tidak menyerahkan uang ke Mardiyani dalam pertemuan itu.

Haposan beralasan, saat itu ia hanya mengantarkan kawannya mencari tiket di Gambir. Menurut dia, awalnya tidak ada rencana pertemuan dengan Mardiyani. "Ke Gambir, saya bantu kawan cari tiket. Bulan puasa cari tiket kan setengah mati," kata dia saat sidang dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (19/10/2010).

Kemudian, kata Haposan, ia tahu bahwa Mardiyani selalu pulang ke kampung setiap hari Jumat. "Sesudah salaman sama teman, saya telepon dia (Mardiyani). Di mana? (Mardiyani jawab) di Gambir. Terus ketemu dia sebentar. Enggak ada hubungan dengan dia (Gayus)," lontar Haposan.

Haposan tak menjawab ketika ditanya apa yang dibicarakan dalam pertemuan itu. Dengan nada tinggi, Haposan kembali menjawab, "Enggak ada urusan dengan dia. Urusannya apa?"

Mardiyani saat bersaksi mengatakan, Haposan sempat menanyakan kasus apa yang sedang ia tangani. Ketika dikonfirmasi mengenai pernyataan Mardiyani itu, Haposan menjawab, "Di sana panas, sempit. Gila orang yang tanya kasus di tempat gitu?"

Seperti diberitakan, Gayus pernah mengatakan, Haposan mengirimkan pesan singkat (SMS) kepadanya. SMS yang masih tersimpan di ponselnya itu, kata Gayus, berisi bahwa Haposan melaporkan telah menyerahkan uang kepada Mardiyani di Gambir. Gayus meyakini bahwa pertemuan itu terkait kasusnya.

"(SMS) itu bohong. Suruh buka print out-nya, saya mau lihat. Kalau ada, baru tanya saya," lontar Haposan saat ditanya mengenai pernyataan Gayus itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau