JAKARTA, KOMPAS.com - Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) berharap aksi unjuk rasa yang akan dilakukan sejumlah organisasi kemasyarakatan pada 20 Oktober 2010 agar berjalan damai.
Demikian dikemukakan Ketua Umum Hipmi Erwin Aksa kepada Tribunnews.com, Selasa (19/10/2010), ketika dikonfirmasi mengenai aksi tersebut dampaknya terhadap dunia investasi.
"Saya kira aksi demo tersebut adalah bagian dari demokrasi kita. Selama tidak terjadi pengrusakan dan tidak menggagu keamanan saya kira semuanya akan tetap berjalan baik," kata Erwin.
Dia memastikan kalangan pengusaha terus memantau aksi tersebut dan berharap tidak berdampak pada investasi.
Seperti diketahui, sejumlah kalangan akan melakukan aksi unjuk rasa yang diklaim besar-besaran pada 20 Oktober 2010 guna memeringati satu tahun pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono dan Boediono.
Selain organisasi kemasyarakat, kalangan mahasiswa dan buruh juga dikabarkan akan ikut dalam aksi tersebut. Kalangan pengusaha di daerah juga mengingatkan para pengunjuk rasa agar aksi demonstrasi berjalan damai. Ini mengingat aksi unjuk rasa tidak hanya di Jakarta namun menjalar ke sejumlah wiyalah Indonesia.
Ketua Umum Hipmi Sulawesi Barat M Asri Anas mengatakan aksi unjuk rasa pada dasarnya bagian demokrasi namun jika tujuannya untuk menggulingkan pemerintahan maka harusnya dilakukan dengan cara yang pantas dan konstitusional. "Berikan waktu buat pemerintah untuk bekerja. Kalau diganggu terus lau kapan bekerjanya," kata Asri.
Anggota Dewan ini mengingatkan agar aksi unjuk rasa tidak berjalan anarkis sebab akan merugikan investasi. "Perbaikan ekonomi sudah berjalan diatas rel yang semestinya. Kita harap pertumbuhan ekonomi ke depan kian membaik," papar dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang