15 Elemen Akan Warnai Unjuk Rasa

Kompas.com - 19/10/2010, 19:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - 15 Elemen masyarakat akan menyampaikan aksi unjuk rasa memperingati setahun kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono, besok (Rabu, 20/10/2010 ).

 

"Beberapa elemen yang sudah menyampaikan pemberitahuan kepada kita, sekitar 15 elemen yang akan unjuk rasa besok," kata Komisaris Besar Boy Rafli Amar, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya kepada wartawan, Selasa ( 19/10/2010 ).

 

15 elemen yang akan mewarnai unjuk rasa besok seperti dari petisi 28, organisasi buruh, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) dan berbagai eleman lainnya.

 

Polisi memperkirakan sebanyak 2.000 orang akan berunjuk rasa di beberapa titik, seperti di depan istana negara, depan gedung DPR MPR, depan kantor Kementrian Tenaga Kerja, depan gedung KPK, depan Mahkamah Agung, dan Bundaran Hotel Indonesia.

 

Massa yang akan berunjuk rasa, menurut Boy, dibatasi yang ada di wilayah Jakarta saja. "Yang dari luar wilayah Jakarta dilarang untuk masuk, agar tidak terkonsentrasi disini," katanya.

 

Untuk mengamankan aksi unjuk rasa, polisi akan mengerahkan 19.000 personilnya yang disebar di berbagai titik. Hal yang tak kalah penting, Boy mengatakan agar pengunjuk rasa tidak mudah diprovokasi sehingga berujung pada aksi anarki.

"Kondisi seperti ini mudah dimanfaatkan pihak-pihak yang ingin memanfaatkan massa dalam jumlah besar. Peluang menghasut massa sangat besar," jelasnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau