Polisi Siaga Unjuk Rasa

Kompas.com - 20/10/2010, 04:18 WIB

Jakarta, Kompas - Menjelang satu tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono- Boediono, polisi bersiaga mengamankan demonstrasi yang diperkirakan bakal terjadi di sejumlah tempat di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Rabu (20/10) ini.

Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Hamidin mengatakan, ada empat lokasi yang diperkirakan menjadi pusat demonstrasi hari Rabu ini.

”Diperkirakan demo digelar di sekitar Istana Negara, Bundaran HI, Jalan Diponegoro, serta DPR,” kata Hamidin, Selasa (19/10).

Jakarta Pusat memang menjadi tujuan hampir sebagian besar unjuk rasa karena di wilayah ini terdapat sejumlah kantor pemerintahan pusat.

Kapolres menegaskan, pihaknya akan mengamankan demonstrasi sesuai dengan prosedur pengamanan unjuk rasa dan tetap bertindak tegas bila ada pengunjuk rasa yang anarki.

Pihaknya juga bakal menggeser personel polisi dari sektor terdekat untuk membantu pengamanan di lokasi yang ramai pengunjuk rasa. Polisi masih mengandalkan kekuatan personel kepolisian dan menyebar ke lokasi demonstrasi setelah apel pukul 07.00.

Sementara itu, Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, Kota Bekasi, menyiapkan pengamanan dan pengawalan terkait rencana unjuk rasa sejumlah elemen mahasiswa hari ini. Para mahasiswa dari Bekasi diperkirakan akan berunjuk rasa ke Jakarta.

”Sampai (Selasa) siang, kami belum menerima pemberitahuan unjuk rasa di Bekasi untuk Rabu. Jika besok mereka jadi (berangkat ke Jakarta), kami akan menyiapkan pengawalannya,” kata Kepala Polres Metro Bekasi Komisaris Besar Imam Sugianto.

Di Bogor, polisi juga bersiaga mengantisipasi kemungkinan unjuk rasa hari ini. Kepala Polres Kota Bogor Ajun Komisaris Besar Nugroho Slamet Wibowo mengatakan, berdasarkan monitoring, sejumlah kelompok masyarakat berencana unjuk rasa di kawasan Tugu Kujang. ”Kami siap mengamankan kegiatan tersebut agar aktivitas masyarakat lainnya juga berjalan lancar,” katanya.

Wibowo mengatakan, pengamanan di Istana Bogor berjalan sebagaimana biasanya karena tidak ada kegiatan yang menonjol di Istana Bogor.

Lokasi vital

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar mengatakan, selain Istana, polisi juga akan berjaga di Istana Wapres, gedung KPK, DPR, kantor Menteri Tenaga Kerja, Bundaran HI serta pusat belanja di seluruh pusat niaga yang banyak dikunjungi masyarakat. ”Selain menjaga, pelayanan dan pengamanan ke masyarakat tetap kami jalankan,” kata Boy.

Data Polda Metro Jaya, hari ini rencananya ada puluhan elemen masyarakat dari aktivis, anggota LSM, mahasiswa, dan buruh melakukan demo. Berkaitan dengan itu, polisi akan terus memonitor perkembangan di lapangan apakah perlu ada pengalihan arus atau tidak.

(COK/RTS/PIN/TRI/ART)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau