PALU, KOMPAS.com — Sejumlah elemen mahasiswa di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (20/10/2010), turun ke jalan memperingati setahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. Para mahasiswa yang berunjuk rasa itu tergabung dalam Front Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa Indonesia (Ampibi) dengan Koordinator Bambang Suryadi. Elemen yang bergabung dalam Ampibi, antara lain, adalah Komite Mahasiswa dan Rakyat untuk Demokratik, Komite Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Mahasiswa Pembebasan, Persatuan Politik Rakyat Miskin, BEM Sekolah Tinggi Agama Islam, BEM Universitas Alkhairaat, dan HMI MPO. Bambang Suryadi mengatakan, isu yang diusung dalam aksi bersama ini di antaranya pendidikan dan kesehatan gratis, penegakan hukum, dan turunkan harga bahan kebutuhan pokok. "Aksi ini sendiri sebagai bentuk kekecewaan atas kepemimpinan SBY-Boediono yang dinilai belum mampu menyejahterakan rakyat," katanya. Pantauan di Taman GOR Palu, titik kumpul massa Ampibi, baru terlihat belasan peserta aksi. Beberapa di antaranya membawa spanduk dan poster yang berisi kecaman kepada pemerintah. Sementara aktivitas perkuliahan di Universitas Tadulako Palu, perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tengah, berlangsung seperti biasa. Tidak terlihat tanda-tanda adanya mobilisasi massa dalam jumlah besar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang