Mahasiswa Palu Akan Turun ke Jalan

Kompas.com - 20/10/2010, 09:16 WIB

PALU, KOMPAS.com — Sejumlah elemen mahasiswa di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (20/10/2010), turun ke jalan memperingati setahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono.      Para mahasiswa yang berunjuk rasa itu tergabung dalam Front Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa Indonesia (Ampibi) dengan Koordinator Bambang Suryadi.      Elemen yang bergabung dalam Ampibi, antara lain, adalah Komite Mahasiswa dan Rakyat untuk Demokratik, Komite Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Mahasiswa Pembebasan, Persatuan Politik Rakyat Miskin, BEM Sekolah Tinggi Agama Islam, BEM Universitas Alkhairaat, dan HMI MPO.      Bambang Suryadi mengatakan, isu yang diusung dalam aksi bersama ini di antaranya pendidikan dan kesehatan gratis, penegakan hukum, dan turunkan harga bahan kebutuhan pokok.      "Aksi ini sendiri sebagai bentuk kekecewaan atas kepemimpinan SBY-Boediono yang dinilai belum mampu menyejahterakan rakyat," katanya.      Pantauan di Taman GOR Palu, titik kumpul massa Ampibi, baru terlihat belasan peserta aksi. Beberapa di antaranya membawa spanduk dan poster yang berisi kecaman kepada pemerintah.      Sementara aktivitas perkuliahan di Universitas Tadulako Palu, perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tengah, berlangsung seperti biasa. Tidak terlihat tanda-tanda adanya mobilisasi massa dalam jumlah besar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau