Bahaya Overstimulasi pada Anak

Kompas.com - 20/10/2010, 11:14 WIB

KOMPAS.com - Overstimulasi adalah bila anak belum bisa merespons karena kemampuannya memang masih terbatas, tapi terus dijejali rangsangan. Misalnya, bayi belum mampu meraih benda di hadapannya, tapi terus saja dilatih bahkan dipaksa.

Tiap anak memiliki kesiapan berbeda untuk belajar sesuatu. Misalnya, umur 3 bulan bisa tengkurap, umur 4-5 bulan mulai memasukkan benda ke mulut, dan seterusnya. Orangtua sebaiknya memberi stimulasi sesuai tahapan perkembangan anak. Orangtua harus peka terhadap kesiapan anak untuk menerima rangsang. Amati, bagaimana respons dan minat si kecil.

Selain kemampuan dan tahap perkembangan yang tidak persis sama, kenali pula minat dan reaksi si kecil terhadap stimulasi yang diberikan. Ada yang terlihat berminat, ada juga yang tidak. Ada yang minatnya luas, namun ada pula yang terbatas.

Anak yang mendapat stimulasi berlebih akan menjadi anak sulit atau tak kooperatif, misalnya sering membangkang. Yang jelas, overstimulasi tak baik bagi anak usia berapa pun karena akan memengaruhi sejumlah aspek dalam perkembangan anak. Berikut adalah penjelasannya.

* Motorik. Misal, anak belum mampu berjalan tapi sudah dipaksa berdiri atau dititah. Akibatnya, struktur kaki anak bisa terganggu. Begitu pula anak yang belum waktunya duduk tapi dipaksa, dikhawatirkan tulang punggungnya jadi terganggu strukturnya.

* Bahasa. Memberi stimulus bahasa dengan mengajak si kecil bicara, menyanyi, bersenandung, jelas penting dilakukan. Bila anak merespons positif lewat senyum, mengoceh, berarti stimulasi itu pas baginya. Respons seperti itu merupakan pertanda ia siap menerima rangsang. Sebaliknya, kalau ia terlihat acuh tak acuh, sebaiknya hentikan dulu. Cari tahu juga penyebabnya, apakah karena sakit, mengantuk, atau sebab lain.

* Sosial. Stimulasi berlebih bisa membuat anak merasa tak nyaman dan tak aman. Berarti, aspek sosialnya terganggu. Efeknya muncul secara tak langsung, anak jadi mudah marah, sulit bergaul dengan teman sebaya, atau perlu banyak waktu untuk beradaptasi. Memberi stimulasi  berlebih di antaranya memaksakan anak yang ogah bersalaman dengan orang yang baru dikenalnya dengan harapan agar anak berani. Maka, lakukan tahap demi tahap. Kalau anak masih tampak cemas, sebaiknya dicoba lain kali, dan jangan pernah dipaksa.

(Tabloid Nakita)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau