KOMPAS.com - Robert Kubica punya prediksi mengenai kandidat juara dunia Formula 1 (F1) 2010. Pebalap Renault ini mengatakan, gelar tersebut akan diraih oleh Mark Webber atau Fernando Alonso, meskipun faktanya, ada lima pebalap yang secara matematis sama-sama punya peluang.
Saat ini Webber berada di puncak klasemen dengan torehan 220 poin. Pebalap Red Bull Racing tersebut dibayang-bayangi oleh Fernando Alonso (Ferrari) dan rekan setimnya, Sebastian Vettel, yang sama-sama mengoleksi 206 poin, disusul duo McLaren, Lewis Hamilton (192) dan Jenson Button (189).
Meskipun Vettel tampil sangat impresif ketika jadi juara di GP Jepang, yang membuat poinnya sama dengan Alonso, tetapi Kubica punya pendapat yang berbeda. Pebalap Polandia tersebut tetap memprediksi, bahwa hanya dua pebalap itu (Webber dan Alonso) yang akan bersaing ketat untuk jadi juara dunia.
"Saya pikir Red Bull merupakan favorit (untuk Korea), tetapi tim-tim lain bisa bersaing di sini," jelas Kubica. "Beberapa bagian dari trek akan cocok dengan Ferrari dan yang lain lagi dengan McLaren, meskipun Red Bull tetap jadi favorit."
Tentang juara dunia, Kubica mengatakan: "Persaingan antara Webber dan Alonso. Masih ada tiga seri lagi, dan menurut saya, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar, meskipun saya mungkin salah."
Menghadapi balapan di Korea, Kubica tetap optimistis. Meskipun timnya kini sudah lebih fokus melakukan pengembangan mobil untuk musim 2011, tetapi dia yakin R30 punya kesempatan membuat kejutan di Sirkuit Yeongam.
"Saya pikir fokus untuk tahun depan merupakan jangka panjang," ujarnya. "Update terakhir kami di Spa dengan F-duct. Itu membantu anda di lintasan panjang seperti di sini. Kami sangat bahagia di Spa, dan usaha yang dilakukan itu membuat penampilan menjadi 100 persen di trek. Saya pikir, pengembangan terbesar untuk tahun ini adalah F-duct.
"Kami mengawali musim ini dengan kecepatan yang bagus saat tikungan pelan, tetapi buruk di tikungan cepat. Tetapi akhirnya, di Suzuka, kami sangat kompetitif di tikungan-tikungan cepat. Saya berharap demikian.
"Kami perlu memiliki sebuah keseimbangan. Apa yang anda lihat ketika anda melakukan pengembangan adalah, membawa anda ke performa yang maksimal di semua tipe trek. Ini mungkin merupakan trek yang bagus bagi kami di sini, begitu juga dengan Brasil. Sulit untuk menghakimi."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang