Warga Lereng Siap Jika Merapi Erupsi

Kompas.com - 21/10/2010, 21:10 WIB

KLATEN, KOMPAS.com - Warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang tinggal di kawasan rawan bencana di lereng Gunung Merapi sudah siap jika sewaktu-waktu terjadi erupsi di gunung yang kini berstatus waspada itu.

"Kesiapan warga lereng Merapi dalam menghadapi erupsi diukur dari lancarnya simulasi bencana yang dikoordinasi Palang Merah Indonesia (PMI) pada Kamis (21/10)," kata Sekretaris PMI Klaten, Rantiman, di Klaten, Kamis (21/10/2010).

Rantiman menjelaskan simulasi bencana tersebut diisi dengan cara evakuasi yang cepat dan tepat bagi para warga lereng termasuk keutamaan penyelamatan terhadap warga kelompok rentan yakni anak dan balita, ibu hamil, dan lanjut usia.

"Simulasi dibuat seperti kejadian bencana sesungguhnya dengan penggambaran adanya warga yang sakit maupun meninggal dunia," katanya.

Cara evakuasi tersebut, diawali dengan pemahaman tentang tanda-tanda sebelum erupsi Merapi yang membahayakan warga.

"Warga juga telah mengetahui alur pelaporan keadaan bahaya dari perangkat desa, masyarakat terlatih, hingga koordinasinya dengan unit pelaksana dan dinas terkait dalam keadaan darurat," kata Rantiman.

Pemahaman terhadap cara evakuasi yang tepat tersebut, menurut dia, telah disosialisasikan pada warga sejak dua tahun yang lalu.

Simulasi diikuti personel Palang Merah Internasional Denmark, Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia, Dinas Kesehatan, Kepolisian Sektor Kemalang, dan Komando Distrik Militer di Kabupaten Klaten tersebut diikuti sekitar 130 warga dari empat dukuh di Desa Tegalmulyo.

Desa Tegalmulyo merupakan salah satu desa yang masuk dalam kawasan rawan bencana tingkat tiga (KRB III) dalam penanggulangan erupsi Merapi.

Desa lainnya yang terpetakan berada di KRB III adalah Desa Balerante, Kendalsari, dan Sidorejo.

Rantiman menjelaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Satuan Pelaksanaan Penanggulangan Bencana Kabupaten Klaten yang dikoordinatori Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat setempat dalam memelihara kesehatan warga lereng Merapi di barak-barak pengungsian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau