Kinerja kabinet

Kuntoro: UKP4 Tak Ranking Menteri

Kompas.com - 21/10/2010, 22:53 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Ketua Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Kuntoro Mangkusubroto mengatakan, pihaknya tidak melakukan pemeringkatan atas kinerja menteri yang dievaluasi lembaganya. Oleh karena itu, ia menolak menjawab saat ditanya wartawan, kementerian mana yang berkinerja terbaik dan terburuk.

"UKP4 sama sekali tidak melakukan ranking atau rating dari kementerian. Kalau UKP4 ditanya mana yang paling baik dan mana yang paling tidak naik maka UKP4 tidak punya informasi soal itu," kata Kuntoro, seusai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/10/2010).

Menurut Kuntoro, evaluasi UKP4 menjadi penilaian atas kinerja para menteri.

Terpisah, Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh enggan menanggapi wacana perombakan kabinet.

"Saya tidak terlalu tertarik membahas itu (reshuffle). Pribadi saya, tugas itu amanah dan kita ditugaskan tidak mencari tapi dipilih. Kalau dipandang baik untuk bangsa diteruskan. Kalau tidak, ya direlokasi," katanya.

Dikatakan Darwin, relokasi posisi sudah biasa ia alami. Apakah ia dinilai berkinerja baik atau tidak, Darwin menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Tidak perlu dirisaukan soal itu. Presiden yang punya wewenang," ujar politisi Partai Demokrat ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau