Ariel "Pulang Kampung", Orangtua Justru di Jakarta

Kompas.com - 22/10/2010, 09:16 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com -- Setelah empat bulan tinggal di balik bui Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Nazriel Irham alias Ariel akhirnya "pulang" ke kampung halamannya di Bandung. Namun sayang, kepulangannya ini bukan untuk menghirup udara bebas seperti yang telah diimpikannya selama ini.

Vokalis grup band Peterpan itu masih harus mendekam di balik jeruji tahanan di Rumah Tahanan (rutan) Kebon Waru, Bandung sejak Rabu (20/10/2010) malam.

Meski sudah dua hari bermalam di Kota Bandung, namun hingga kini kedua orangtua Ariel belum juga menjenguknya.

Rumah Ariel yang terletak di jalan Tanjungsari Raya Nomor 58 Kecamatan Antapani, Bandung, juga tampak sepi dan lengang. Sebelumnya rumah ini dihuni oleh kedua orangtua Ariel.

Saat Kompas.com mendatangi rumah yang terletak di komplek perumahan mewah tersebut, hanya tampak sebuah sepeda motor yang diparkir di halaman rumah berpagar hitam tersebut. Pantauan dari luar, rumah bercat putih itu hanya diterangi oleh cahaya remang-remang lampu taman dan garasi.

Sedangkan lampu ruang tamu dan di dalam rumah, tampak mati dan gelap. Kompas.com pun mencoba untuk mengetuk pintu pagar rumah tersebut. Saat itu, seorang perempuan berusia sekitar 27 tahun yang memang bertugas untuk menjaga rumah itu, langsung keluar melalui garasi rumah.

Saat ditanya, perempuan dengan potongan rambut pendek itu menyatakan bahwa kedua orangtua Ariel saat ini tinggal di Jakarta. Mereka meninggalkan Bandung sejak dua bulan lalu dan hingga kini belum kembali lagi.

"Orangtua Ariel nggak ada, mereka di Jakarta," tuturnya dengan logat Sunda yang kental, saat ditemui di Bandung, Kamis (21/10/2010).

Adapun Nazlin Fachridzal, kakak sulung Ariel, kata sumber yang sama, saat ini berada di Sukabumi karena bekerja di Pertamina.

Saat ditanya mengenai kepastian kepulangan kedua orangtua Ariel ke Bandung, perempuan itu tidak dapat memastikannya. Menurutnya, semenjak pindah ke Jakarta, kedua orangtua Ariel sudah jarang menelepon ke rumah tersebut. "Orangtuanya jarang teleponan," paparnya.

Diakuinya, setelah Ariel dipindahkan ke Bandung, hingga kini belum ada keluarga ataupun teman Ariel yang menyambangi rumah itu. Bahkan, masih tutur perempuan yang sama, Luna Maya yang sejak semalam selalu menemani Ariel di tahanan juga tidak mampir ke rumah dua lantai itu.

Namun, saat ditanya lebih jauh soal kabar kedua orangtua Ariel saat ini, perempuan itu mengelak untuk menjawabnya. "Nggak tahu saya, sudah ya," ujar perempuan itu sambil buru-buru masuk ke dalam rumah. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau