Edmond ilyas

Tak Ada Penahanan dan Penyitaan Harta Gayus

Kompas.com - 22/10/2010, 12:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Brigjen (Pol) Edmond Ilyas mengatakan, penyidik di Direktorat II Ekonomi Khusus (Eksus) Bareskrim Polri tidak pernah berencana menahan Gayus HP Tambunan terkait kasus korupsi dan pencucian uang tahun 2009. Selain itu, penyidik juga tidak berencana menyita harta Gayus.

"Tidak pernah," kata Edmond saat bersaksi di sidang terdakwa Haposan Hutagalung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (22/10/2010). Jawaban itu ia sampaikan ketika ditanya apakah penyidik pernah meminta persetujuan penahanan Gayus dan penyitaan harta Gayus.

Saat awal kasus Gayus ditangani, Edmond menjabat Dir II Eksus Bareskrim Polri. Menurut Edmond, untuk menahan tersangka, penyitaan ataupun pemblokiran harta di rekening harus disetujui hingga direktur atas usul dari ketua unit. Edmond mengaku hanya menyetujui pemblokiran rekening Gayus senilai Rp 28 miliar berdasarkan penyelidikan terhadap Laporan Hasil Analisis (LHA) PPATK.

Seperti diketahui, Gayus saat bersaksi mengaku pernah diberitahu Haposan bahwa ia akan ditahan penyidik. Selain itu, Haposan mengatakan, rekeningnya dengan saldo Rp 500 juta di Bank Mandiri akan diblokir serta rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Pusat, akan disita. Rencana itu disampaikan Haposan secara bertahap.

Menurut Gayus, Haposan menyarankan memberi uang kepada penyidik. Gayus menyerahkan uang 50.000 dollar AS agar tidak ditahan. Kemudian, ia menyerahkan 45.000 dollar AS agar rumah tidak disita dan menyerahkan 35.000 dollar AS agar rekening tidak diblokir. "Enggak bisa ditunda kalau Pak Haposan minta. Paling enggak tiga hari harus dikasih," kata Gayus.

Uang itu diserahkan di sejumlah lokasi di Jakarta. Menurut Gayus, ia menyerahkan di McDonald Kelapa Gading, Kedai Kopi Kelapa Gading, Starbucks Coffee Pacific Place, dan di pinggir jalan di sekitar Gedung Bursa Efek Jakarta. Selain diserahkan langsung kepada Haposan, sebagian uang diserahkan Gayus melalui sopir Haposan, Nasikin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau