Korban Puting Beliung Butuh Bantuan

Kompas.com - 22/10/2010, 20:54 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Korban terjangan puting beliung di tiga kelurahan di Kota Depok, Jawa Barat, membutuhkan material bangunan dan gergaji. Material bangunan mereka butuhkan untuk membangun rumahnya kembali. Adapun gergaji mereka butuhkan untuk menyingkirkan pohon yang menimpa rumah atau melintang di halaman rumah warga.

"Warga belum dapat membangun rumahnya. Mereka juga perlu menyingkirkan pohon di sekitar tempat tinggalnya. Jika ada bantuan, warga lebih memilih material dan gergaji," tutur Sekretaris Lurah Curug, Kecamatan Bojongsari, Abdul Rojak, Jumat (22/10/2010) di Depok.

Puting beliung disertai hujan lebat dan petir melanda Kelurahan Curug, Bojongsari Baru, dan Bojongsari, Kamis (21/10/2010) sore. Kerusakan terparah akibat musibah ini terjadi di Kelurahan Curug dengan jumlah kerusakan 357 rumah. Adapun di Kelurahan Bojongsari Baru terdapat 52 rumah rusak dan di Kelurahan Bojongsari 12 rumah rusak.

Sampai Jumat petang, proses pemindahan pohon yang menimpa rumah warga belum selesai. Warga memerlukan alat angkut kayu dan gergaji untuk memotong kayu yang menimpa rumah warga. Warga yang rumahnya rusak berat memilih mengamankan barang berharga terlebih dahulu daripada memperbaiki rumahnya.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau