Motogp

Yamaha Tak Robohkan Tembok Pembatas

Kompas.com - 22/10/2010, 22:00 WIB

KOMPAS.com — Tim Yamaha tampaknya akan mempertahankan kebijakan kontroversial menggunakan tembok pembatas di garasi pada MotoGP 2011. Padahal, Valentino Rossi yang menjadi "otak" pemberlakukan kebijakan tersebut sudah pindah ke Ducati.

Sebelumnya, sempat tersirat harapan yang kuat bahwa tembok itu akan dirobohkan ketika Lorenzo tak lagi berpasangan dengan Rossi. Ini terkait alasan bahwa tahun depan Ben Spies "naik pangkat" setelah pebalap Tech 3 Yamaha tersebut dipromosikan ke tim pabrikan untuk menjadi tandem sang juara dunia 2010.

Tembok pemisah itu dibangun sejak 2008. Hal tersebut terpaksa dilakukan untuk menjaga kerahasiaan kubu Rossi dan Lorenzo, ketika waktu itu mereka menggunakan ban yang berbeda. Rossi memakai Michelin, sedangkan Lorenzo menggunakan Bridgestone.

Namun, ketika MotoGP mengeluarkan kebijakan untuk menggunakan Bridgestone sebagai pemasok tunggal ban, pada tahun 2009, tembok pemisah tersebut tidak diruntuhkan. Rossi yang menginginkan hal itu sehingga tembok tersebut tetap ada sampai musim 2010.

Ternyata, kebijakan kontroversial ini ingin dipertahankan oleh bos Yamaha, Lin Jarvis. Alasannya, partisi tersebut tetap memberikan banyak manfaat.

"Menurut pendapat saya secara pribadi, kami sudah menggunakan tembok itu selama tiga tahun dan dalam periode tersebut kami memenangi semuanya," ujar Jarvis.

"Karena itu, tidak ada banyak hal yang negatif menyangkut tembok pembatas. Malah, itu membuat pebalap dan mekanik fokus pada pekerjaannya dan itu sangat penting bagi tiap atlet. Kami mungkin pertahankan penggunaan tembok pembatas itu."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau