KOMPAS.com — Tim Yamaha tampaknya akan mempertahankan kebijakan kontroversial menggunakan tembok pembatas di garasi pada MotoGP 2011. Padahal, Valentino Rossi yang menjadi "otak" pemberlakukan kebijakan tersebut sudah pindah ke Ducati.
Sebelumnya, sempat tersirat harapan yang kuat bahwa tembok itu akan dirobohkan ketika Lorenzo tak lagi berpasangan dengan Rossi. Ini terkait alasan bahwa tahun depan Ben Spies "naik pangkat" setelah pebalap Tech 3 Yamaha tersebut dipromosikan ke tim pabrikan untuk menjadi tandem sang juara dunia 2010.
Tembok pemisah itu dibangun sejak 2008. Hal tersebut terpaksa dilakukan untuk menjaga kerahasiaan kubu Rossi dan Lorenzo, ketika waktu itu mereka menggunakan ban yang berbeda. Rossi memakai Michelin, sedangkan Lorenzo menggunakan Bridgestone.
Namun, ketika MotoGP mengeluarkan kebijakan untuk menggunakan Bridgestone sebagai pemasok tunggal ban, pada tahun 2009, tembok pemisah tersebut tidak diruntuhkan. Rossi yang menginginkan hal itu sehingga tembok tersebut tetap ada sampai musim 2010.
Ternyata, kebijakan kontroversial ini ingin dipertahankan oleh bos Yamaha, Lin Jarvis. Alasannya, partisi tersebut tetap memberikan banyak manfaat.
"Menurut pendapat saya secara pribadi, kami sudah menggunakan tembok itu selama tiga tahun dan dalam periode tersebut kami memenangi semuanya," ujar Jarvis.
"Karena itu, tidak ada banyak hal yang negatif menyangkut tembok pembatas. Malah, itu membuat pebalap dan mekanik fokus pada pekerjaannya dan itu sangat penting bagi tiap atlet. Kami mungkin pertahankan penggunaan tembok pembatas itu."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang