Pikiran Rooney Diracuni Agennya

Kompas.com - 23/10/2010, 04:29 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Legenda Manchester United, Andy Cole, curiga keinginan Wayne Rooney pindah dari Old Trafford karena diracuni agennya, Paul Stretford. Menurut Cole, Stretford merupakan sosok agen mata duitan yang sangat berbahaya bagi karier Rooney.

Cole tahu betul sosok Stretford. Kebetulan, Cole pernah diwakilkan Stretford saat ia masih berkarier sebagai pebola profesional.

Pada 1995 lalu, Stretford menangani transfer Cole dari Newcastle United ke MU. Saat itu, pikiran Cole banyak diracuni Stretford untuk meminta gaji yang tinggi kepada MU. Stretford juga meminta kompensasi tinggi dari kerjanya. Bagi Cole, hal itu tak masalah karena ia memang sedang berada di masa jayanya.

“Tidak masalah karena saya mampu menghasilkan banyak uang. Saya juga menganggapnya lebih dari sekadar agen, yaitu seorang sahabat," kata Cole kepada The National.

Sayangnya, ketika karier Cole mulai redup, Stretford malah meninggalkannya. Cole menyesal karena ia telah membantu Stretford yang saat itu baru turun ke agensi sepak bola, menjadi kaya raya.

“Tidak ada motivasi pertemanan dari Stretford. Yang ada di pikirannya hanya uang. Saya pindah ke Manchester dan tinggal di kediamannya sebagai bagian dari keluarganya. Saya pikir itu baik, tapi ternyata rumah itu disewa dari hasil keringat saya sendiri,” sebut Cole.

Apa yang dikatakan Cole ini tentu mengingatkan pada fans Manchester United yang menuduh Rooney sebagai pemain mata duitan. Meski pada akhirnya, Rooeny mengonfirmasi bahwa niatnya pindah karena MU tak berniat membeli pemain kelas dunia, tetap saja Rooney dicap mata duitan oleh fans "Setan Merah".

Pada akhirnya, Stretford-lah yang menang karena ia berhasil memberi Rooney kontrak baru dengan gaji sebesar 150 ribu euro per pekan (sekitar Rp 1,8 miliar), sebuah gaji terbesar dalam sejarah MU. Tentunya, bagian untuk Stretford lebih besar dari uang yang ia dapatkan dari kontrak Rooney sebelumnya. (NAT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau