Haji

Banyak Jamaah Haji Langgar Aturan Bagasi

Kompas.com - 23/10/2010, 11:46 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Bea Cukai Bandara Juanda, Sidoarjo mencatat masih banyak jamaah haji melanggar ketentuan soal barang bawaan. Akibatnya, banyak barang disita dan dimusnahkan.

Koordinator Pelaksana Bea Cukai Bandara Juanda, Andy D mengatakan, sebagian jamaah melanggar aturan tentang barang ekspor, keselamatan penerbangan, dan kesehatan.

Pelanggaran aturan barang ekspor/impor terbanyak berupa rokok yang dibawa di luar batas maksimal. "Setiap orang maksimal membawa dua slop. Lebih dari itu harus membayar pajak ekspor atau disita," ujarnya di Surabaya, Sabtu (23/10).

Sementara pelanggaran aturan keselamatan penerbangan berupa pembawaan minyak goreng dan sabun cair. Jika tidak dikemas khusus sesuai ketentuan keselamatan penerbangan, setiap orang maksimal membawa 100cc benda cair. Lebih dari itu harus ditinggalkan di bandara.

"Ada juga jamaah membawa kompor minyak tanah," tuturnya. Sementara pelanggaran aturan kesehatan berupa pembawaan aneka jenis jamu dan obat. Sebagian jamaah membawa aneka jenis jamu dan obat. "Semua barang yang tidak sesuai ketentuan akan disita," tuturnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau