Studi banding

BK DPR Akan Dicegat di Bandara

Kompas.com - 23/10/2010, 14:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Aliansi Pergerakan Rakyat akan merazia anggota Badan Kehormatan (BK) DPR RI, Sabtu (23/10/2010) sore ini di Bandara Soekarno-Hatta. Aksi ini untuk mencegah delapan orang anggota Badan Kehormatan (BK) DPR RI berangkat studi banding ke Yunani.

"Seruan!!! MARI GABUNG men-SWEEPING TIM DPR YG AKAN BERANGKAT STUDI BANDING KE YUNANI!!! Lokasi sweeping Terminal 2 pintu D-E, Sabtu. 23 Dkt mulai pk 15.00 WIB. SEBARKAN!!!," begitu tulisan singkat yang diterima redaksi Tribunnews.com.

Dari anggota BK DPR RI, hanya Ketua BK yakni Gayus Lumbuun yang tidak ikut dalam studi banding tersebut. Gayus Lumbuun menyatakan, studi banding ke Yunani tidak bermanfaat. Ia justru meminta supaya teman-temannya membatalkan acara itu.

Sudah sejak awal Gayus menyatakan hal tersebut, ia tetap berkomitmen dengan pendiriannya bahwa kunjungan tersebut tidak bermanfaat. Ditanya soal isu razia anggota BK DPR. Gayus mengaku tidak tahu. "Saya no comment," ujarnya pendek kepada Tribunnews.com.

Sebelumnya, pemimpin rombongan, yakni Wakil Ketua BK DPR Nudirman Munir, memilih untuk tidak berbicara saat ditanya keberangkatannya sore ini.

Saat dihubungi, Nudirman Munir enggan menjawab. Ia justru menutup telepon saat ditanya tentang rencana keberangkatannya ke Yunani.

Anggota BK yang ikut rombongan tersebut di antaranya Nudirman Munir (F-PG), Salim Mengga (F-PD), Darizal Basir (F-PD), Chaeruman Harahap (F-PG), Ansory Siregar (F-PKS), Abdul Razak Rois (F-PAN), Usman Jafar (F-PPP), dan Ali Maschan Moesa (F-PKB).

Mereka akan didampingi tiga orang dari Sekretariat Jenderal DPR RI, yakni Cholida Indrayana, Chrysanthy Permatasari, dan Rahmat Bagja. (Tribunnews.com, Adi Suhendi)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau