Syamsul: Saya Tidak Mengerti Hukum

Kompas.com - 23/10/2010, 22:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rudi Alfonso anggota Tim Pengacara Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin mengaku kliennya tidak merasa melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang dituduhkan KPK. Sebab, Syamsul berdalih dirinya telah mengembalikan Rp 62 miliar yang diduga berasal dari APBD Kabupaten Langkat.

Saat Rudi menjelaskan bahwa UU Pemberatasan Tindak Pidana Korupsi menyatakan pengembalian uang tidak menghilangkan tindak pidananya, Syamsul berdalih dirinya tak mengerti hukum.

"Beliau bilang, saya tidak mengerti hukum. Kalian lah (pengacara) yang akan menjelaskannya nanti," kata Rudi Alfonso seusai menemui Syamsul di Rutan Kelas I Salemba, Jakarta Timur, Sabtu (23/10/2010).

Rudi enggan menanggapi pendapat bahwa ada upaya penggembosan Partai Golkar lewat kasus Syamsul ini. "Biar masyarakat yang menilai. Dari saya, murni dari sisi hukum saja. Saya tidak ingin mencampur adukan itu, karena itu urusan partai," tandasnya.

Bagi Rudi, sangat manusiawi jika Syamsul kecewa berat atas penahanan ini. Namun, Rudi yakin Syamsul seorang pemimpin yang berjiwa besar dan mampu menerima ini.

Demi kepentingan penyidikan, KPK melakukan penahanan terhadap tersangka Syamsul Arifin dalam kasus dugaan penyalahgunaan APBD Kab Langkat periode 2000-2007, dengan kerugian negara Rp 99 miliar. Syamsul resmi ditahan KPK di Rutan Kelas I Salemba Jakarta timur sejak Jumat (22/10/2010) malam.

Penyalahgunaan APBD Kab Langkat diduga dilakukan Syamsul sewaktu masih menjabat Bupati Langkat selama dua periode, yakni sejak 1999 hingga 2007. (Tribunnews/Abdul Qodir)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau