Bogor, Kompas -
”Biasanya dari pagi antrean kendaraan yang mau masuk ke jalur itu dari Ciawi ataupun jalan tol sudah terjadi. Saat ini kendaraan yang mau ke Puncak baru berdatangan menjelang pukul 09.00 saat berlakunya satu arah dari bawah ke Puncak,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Ajun Komisaris Fathoni Riza yang berada di Posko Lalin Gadog sekitar pukul 10.00.
Riza menjelaskan, uji coba jadwal pasti arus satu arah akan dilaksanakan delapan kali setiap Sabtu dan Minggu. Hari Sabtu uji coba satu arus dari arah bawah (Bogor/Ciawi dan Jakarta/Tol Jagorawi Gadog) ke arah Puncak (Cianjur) dilaksanakan dua jam, mulai dari pukul 09.00 hingga 11.00. Satu arah dari Puncak ke bawah, juga selama dua jam, mulai dari pukul 15.00 hingga 17.00.
Pada hari Minggu, jadwal arus satu arah dari bawah ke Puncak ditetapkan dua jam pula, mulai dari pukul 09.00 hingga 11.00. Satu arah dari Puncak ke bawah diperpanjang menjadi tiga jam, mulai dari pukul 15.00 hingga 18.00. ”Di luar jadwal itu, arus lalu lintas normal, dua arah. Setelah uji coba selesai sebulan ini, kami akan mengevaluasinya. Jika kesimpulannya program penjadwalan ini efektif bagi pengguna jalan dan penduduk setempat, program ini diberlakukan seterusnya,” kata Riza.
Menurut Riza, rencana dan uji coba program penjadwalan arus lalu lintas tersebut sudah didiskusikan serta mendapat persetujuan dari tokoh masyarakat Ciawi dan Cisarua serta pelaku bisnis di Jalur Puncak dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia DPC Kabupaten Bogor.
Alasan diterapkannya program penjadwalan tersebut antara lain akibat jumlah kendaraan yang masuk dan melintas di Jalur Puncak setiap akhir pekan dari waktu ke waktu meningkat terus. Padahal, infrastruktur jalan tidak bertambah panjang atau lebar.
Dengan adanya jadwal pasti, pengaturan arus lalu lintas tersebut, diharapkan masyarakat yang akan ke kawasan Puncak atau keluar dari kawasan itu dapat menyesuaikan diri. ”Sebab, kini tidak ada lagi buka tutup arus lalu lintas berdasarkan kepadatan kendaraan di jalan, tetapi kendaraan yang akan masuk kami atur saat masuknya agar arus lalu lintas terkontrol dengan efektif,” kata Riza.
Dengan ada jadwal pasti itu juga, aktivitas warga Ciawi, Megamendung, dan Cisarua relatif tidak terganggu. Selama ini, karena jadwal buka tutup arus lalu lintas tidak menentu, mereka kerap terjebak di kemacetan jalur tersebut.
Riza juga memastikan, selama jadwal pengaturan arus satu arah tidak akan ada pelaksanaan atau layanan pengawalan kendaraan atau iringan kendaraan menggunakan voorijder. ”Di luar waktu itu baru diperbolehkan, semisal iringan kendaraan VIP, ambulans, dan keperluan darurat lainnya,” katanya.
Saat berita ini ditulis, sekitar pukul 15.15 kemarin, uji coba satu arus dari Puncak ke bawah baru diterapkan. Situasi arus di kawasan Gadog terlihat lancar. Tidak ada antrean kendaraan dari arah Ciawi atau Tol Jagorawai Gadog.