Uji Coba Satu Arah Jalur Puncak Lancar

Kompas.com - 24/10/2010, 03:52 WIB

Bogor, Kompas - Mulai Sabtu (23/10) Kepolisian Resor Bogor melaksanakan uji coba penerapan jadwal pasti arus lalu lintas satu arah di Jalur Puncak, tepatnya di Jalan Raya Bogor-Cianjur di ruas jalan mulai dari Gadog (Ciawi) hingga Puncak Pass (perbatasan Cisarua-Cianjur). Uji coba pertama pada pukul 09.00 hingga pukul 11.00 cukup berhasil.

”Biasanya dari pagi antrean kendaraan yang mau masuk ke jalur itu dari Ciawi ataupun jalan tol sudah terjadi. Saat ini kendaraan yang mau ke Puncak baru berdatangan menjelang pukul 09.00 saat berlakunya satu arah dari bawah ke Puncak,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Ajun Komisaris Fathoni Riza yang berada di Posko Lalin Gadog sekitar pukul 10.00.

Riza menjelaskan, uji coba jadwal pasti arus satu arah akan dilaksanakan delapan kali setiap Sabtu dan Minggu. Hari Sabtu uji coba satu arus dari arah bawah (Bogor/Ciawi dan Jakarta/Tol Jagorawi Gadog) ke arah Puncak (Cianjur) dilaksanakan dua jam, mulai dari pukul 09.00 hingga 11.00. Satu arah dari Puncak ke bawah, juga selama dua jam, mulai dari pukul 15.00 hingga 17.00.

Pada hari Minggu, jadwal arus satu arah dari bawah ke Puncak ditetapkan dua jam pula, mulai dari pukul 09.00 hingga 11.00. Satu arah dari Puncak ke bawah diperpanjang menjadi tiga jam, mulai dari pukul 15.00 hingga 18.00. ”Di luar jadwal itu, arus lalu lintas normal, dua arah. Setelah uji coba selesai sebulan ini, kami akan mengevaluasinya. Jika kesimpulannya program penjadwalan ini efektif bagi pengguna jalan dan penduduk setempat, program ini diberlakukan seterusnya,” kata Riza.

Menurut Riza, rencana dan uji coba program penjadwalan arus lalu lintas tersebut sudah didiskusikan serta mendapat persetujuan dari tokoh masyarakat Ciawi dan Cisarua serta pelaku bisnis di Jalur Puncak dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia DPC Kabupaten Bogor.

Alasan diterapkannya program penjadwalan tersebut antara lain akibat jumlah kendaraan yang masuk dan melintas di Jalur Puncak setiap akhir pekan dari waktu ke waktu meningkat terus. Padahal, infrastruktur jalan tidak bertambah panjang atau lebar.

Dengan adanya jadwal pasti, pengaturan arus lalu lintas tersebut, diharapkan masyarakat yang akan ke kawasan Puncak atau keluar dari kawasan itu dapat menyesuaikan diri. ”Sebab, kini tidak ada lagi buka tutup arus lalu lintas berdasarkan kepadatan kendaraan di jalan, tetapi kendaraan yang akan masuk kami atur saat masuknya agar arus lalu lintas terkontrol dengan efektif,” kata Riza.

Dengan ada jadwal pasti itu juga, aktivitas warga Ciawi, Megamendung, dan Cisarua relatif tidak terganggu. Selama ini, karena jadwal buka tutup arus lalu lintas tidak menentu, mereka kerap terjebak di kemacetan jalur tersebut.

Riza juga memastikan, selama jadwal pengaturan arus satu arah tidak akan ada pelaksanaan atau layanan pengawalan kendaraan atau iringan kendaraan menggunakan voorijder. ”Di luar waktu itu baru diperbolehkan, semisal iringan kendaraan VIP, ambulans, dan keperluan darurat lainnya,” katanya.

Saat berita ini ditulis, sekitar pukul 15.15 kemarin, uji coba satu arus dari Puncak ke bawah baru diterapkan. Situasi arus di kawasan Gadog terlihat lancar. Tidak ada antrean kendaraan dari arah Ciawi atau Tol Jagorawai Gadog. (RTS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau