Grand prix korea

Alonso Petik Berkah dari Hujan

Kompas.com - 25/10/2010, 02:42 WIB

Yeongam, Minggu - Hujan lebat yang turun di sirkuit baru Formula 1 di Yeongam, Korea Selatan, Minggu (24/10), memberi berkah tersendiri bagi pebalap Ferrari, Fernando Alonso. Pebalap asal Spanyol itu pun menjadi pemenang di Grand Prix Korea, bahkan kini memimpin perolehan nilai para pebalap.

Balapan di sirkuit baru itu dihentikan beberapa saat karena hujan turun terlalu deras sehingga membahayakan para pebalap. Meski demikian, jalanan yang licin karena hujan tetap meminta korban.

Pebalap Red Bull asal Australia yang semula memimpin perolehan nilai pebalap, Mark Webber, menabrak dinding dan masuk ke jalur di depan pebalap Mercedes asal Jerman, Nico Rosberg, hanya satu putaran setelah mobil pengaman keluar dari lintasan balap, tepatnya pada putaran ke-19.

”Itu sepenuhnya kesalahan saya,” kata Webber sambil meminta maaf kepada Rosberg yang terpaksa tidak bisa melanjutkan balapan.

Kegagalan menyelesaikan balap itu adalah kejadian kedua kalinya bagi Webber, dari 17 seri GP F1 yang sudah dilalui.

Agak kacau

Hujan yang turun dan lintasan balap yang belum cukup dikenal para pebalap membuat GP F1 pertama kalinya di Korea itu berlangsung sedikit kacau.

Balapan menjadi sulit ditebak, dipaksa dilakukan, dan tidak berjalan sebagaimana yang diperkirakan. Setelah hujan lebat turun semalaman sebelum balapan dimulai, lapisan aspal teratas yang baru dikerjakan dua minggu lalu masih sangat berminyak, bahkan dalam kondisi kering, sehingga terbukti berbahaya.

Pebalap Ferrari, Felipe Massa, juga melintir dalam perjalanan ke grid-nya sehingga pengawas balapan memutuskan untuk menunda start sekitar 10 menit. Ketika kemudian balapan dimulai, itu pun hanya berlangsung tiga putaran karena kemudian balapan distop akibat buruknya tingkat cengkeraman ban ke lintasan balap dan jarak pandang di lintasan balap.

Ketika balapan kembali dimulai, pertarungan di luar arena balapan terjadi antara kubu McLaren dan Red Bull.

Lewis Hamilton dan McLaren menekan pengawas balap untuk memanggil mobil pengaman, dengan harapan bisa kembali memperpendek jarak dengan Webber yang melesat di depan.

Sebaliknya, Webber dan Red Bull berkeras mengamankan posisi mereka, menolak permintaan McLaren itu.

Mobil pengaman akhirnya dipanggil pada lap ke-18 dan langsung terlihat pengaruhnya. Hamilton, yang start dari urutan keempat, langsung disalip Rosberg. Pebalap Jerman itulah yang ikutan terbawa naas ketika Webber membelok terlalu keluar pada belokan 12, kehilangan kontrol, sehingga menabrak dinding dan melintir tepat di depan posisi Rosberg.

Sebastian Vettel, yang kemudian mengambil posisi di depan, juga sial karena mesin mobilnya mulai berasap pada sembilan putaran terakhir. Alonso lalu memanfaatkan kesalahan Hamilton yang membelok terlalu melebar pada belokan pertama lap ke-35. (AP/AFP/Reuters/OKI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau