Persipura Menang Lagi

Kompas.com - 25/10/2010, 02:46 WIB

Jepara, KOMPAS - Persijap Jepara semakin terbenam di dasar klasemen Liga Super Indonesia setelah takluk dari tamunya, Persipura Jayapura. Bermain di depan pendukungnya di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah, Minggu (24/10), Persijap takluk 1-3.

Kemenangan itu membuat Persipura bertahan di puncak klasemen. Penyerang tim nasional Boaz Salossa menyumbang dua gol untuk Persipura pada menit ke-73 dan ke-86. Gol pertama Persipura dicetak pemain depan Titus Bonai pada menit ke-51.

Gol semata wayang Persijap dicetak pemain belakang Evaldo Silva dari titik putih pada menit ke-65. Hukuman penalti diberikan setelah Bio Paulin Pierre mengganjal penyerang Persijap, Risky Novriansyah.

Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago mengatakan, pemain Persipura tak mampu mengembangkan permainan pada babak pertama. ”Pada babak kedua, saya minta Boaz lebih maju sehingga mampu memanfaatkan peluang dan umpan-umpan pemain lain,” katanya.

Pelatih Persijap Jepara Suimin Diharja mengakui, kekalahan Persijap akibat pemain Persipura yang berkualitas. Persijap juga kehilangan pemain kunci, Enjang Rohiman, yang mampu mengatur pola serangan. ”Saya kesulitan merotasi pemain pengganti Enjang dan pemain yang mampu mengatasi serangan-serangan Persipura,” kata Suimin.

Suimin menambahkan, pemain asing Persijap belum mampu memberi kontribusi yang memuaskan dan mengangkat permainan pemain lokal. ”Kalau ada klub lain yang mau membeli mereka, silakan saja,” katanya.

Ferdinand Sinaga

Gol penyerang Persiwa Wamena, Ferdinand Sinaga, menggagalkan kemenangan tuan rumah Persibo Bojonegoro yang bermain di Stadion Brawijaya, Kota Kediri. Partai kelima bagi Persibo itu pun berakhir imbang 1-1.

Persibo unggul lebih dulu lewat gol Carlos Eduardo Bizarro pada menit ke-20. Pemain belakang itu sukses menyarangkan bola melalui tendangan bebas.

Namun sayang, keunggulan Persibo tidak bertahan lama. Delapan menit kemudian, pemain depan Persiwa, Ferdinand, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui serangan balik cepat. Gol Ferdinand gagal diantisipasi penjaga gawang Persibo, Wahyudi, yang terlalu dini keluar gawang.

Pelatih Persibo Bojonegoro Sartono Anwar mengakui jika hasil pertandingan kurang memuaskan. ”Tidak ada komunikasi dan tidak ada kombinasi. Meskipun kami berhasil mengurung lawan, kami takut memancing. Dalam sepak bola, yang penting posisi,” ujarnya kepada wartawan seusai pertandingan.

Pelatih Persiwa Wamena Suharno mengakui jika Persibo lebih unggul dibanding timnya. Ia mengaku tidak menyangka anak-anak Persibo yang baru pertama masuk ajang kompetisi Liga Super Indonesia bisa bermain apik.

Pada pertandingan lain, tuan rumah Deltras Sidoarjo memukul tim tamu Persema Malang 2-1. Sempat disamakan kedudukan oleh Persema 1-1, Christiano Lopez menyelamatkan muka Deltras lewat gol eksekusi penalti. Penalti diberikan ketika Feri Aman Saragih dilanggar di kotak terlarang pada menit ke-81. Lopez sukses menjadi eksekutor hingga Deltras unggul 2-1.

Pelatih Persema Malang Timo Scheuneman kecewa atas hadiah penalti yang diberikan wasit. Ia mencatat, dalam pertemuan dua kali berturut-turut di kandang Deltras, timnya selalu mendapat penalti. (APO/NIK/HEN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau