Stoke, MINGGU -
Chicharito, yang tampil starter berduet dengan Dimitar Berbatov, kini telah menyumbang tiga gol bagi MU di ajang Liga Inggris. Namun, yang lebih penting lagi, striker Meksiko berusia 22 tahun itu mengakhiri krisis MU, yang sebelumnya selalu terhadang hasil seri dalam laga tandang.
Kemenangan tandang tersebut juga bisa dijadikan MU sebagai momentum mengubur krisis mereka di dalam dan luar lapangan. Di luar lapangan, krisis MU mencapai klimaks ketika awal pekan ini Rooney meminta hengkang meski akhirnya bisa diselesaikan setelah ia memperpanjang kontrak hingga 2015.
Berkat dua gol Chicharito pada menit ke-26 dan ke-85, MU sempat menembus peringkat kedua klasemen dengan nilai 17, terpaut lima poin dari pemuncak Chelsea. Namun, posisi itu masih bisa berubah, tergantung hasil laga Manchester City versus Arsenal yang hingga berita ini diturunkan masih berlangsung.
Seusai laga, Chicharito memperlihatkan kematangan dirinya lewat pernyataan kepada pers. ”Kami sangat gembira dengan hasil ini. (Soal gol pertamanya) Bola di belakang saya dan saya bersyukur kepada Tuhan, bola itu masuk,” katanya yang dikutip BBC Sport. ”Tetapi, tak ada pahlawan (pada laga ini). Ini semua hasil kerja keras tim.”
Chicharito menyebut golnya tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Jika melihat proses dua golnya, semua memperlihatkan naluri mencetak gol yang tajam dengan penempatan posisi dalam waktu (timing) yang pas.
Ia menanduk bola dengan membelakangi gawang, memanfaatkan umpan sundulan bek Nemanja Vidic yang mendapat bola silang Nani dari sisi kanan. Ia hampir menggandakan skor saat mendapat umpan silang Berbatov, menit ke-72, tetapi sontekan volinya melebar di kiri gawang.
Lima menit menjelang bubar, dalam posisi dan waktu yang pas, ia tidak menyia-siakan peluang di depan mata, bola liar tendangan voli Patrice Evra. Gol ini membuat lega suporter MU. Salah satu dari mereka melompat ke pinggir lapangan, sempat memeluk Chicharito, dan merayakan kemenangan bersama pemain lain.
Sebelum itu, pendukung MU berdebar-debar, terutama setelah Tuncay Sanli menceploskan gol dengan tendangan kerasnya dari sisi kanan kotak penalti, menit ke-81. Begitu masuk menggantikan Jonathan Walters menit ke- 66, pemain Turki itu menghidupkan permainan Stoke.
Pada laga lain di Anfield, Liverpool menemukan karakter asli permainan mereka yang penuh gairah, tidak mudah menyerah, dan eksplosif dengan memukul Blackburn Rovers 2-1 (0-0). Setelah melalui gempuran bertubi-tubi, mereka memetik gol lewat sundulan Sotirios Kyrgiakos.
Gol bunuh diri Jamie Carragher menit ke-51, akibat salah koordinasi dengan Paul Konchesky saat berusaha menghalau tendangan El Hadji Diouf, membuat skor 1-1. Dua menit kemudian, striker Fernando Torres memastikan kemenangan dengan gol umpan Joe Cole.
Meski demikian, kemenangan itu belum mengangkat Liverpool dari zona degradasi. Sama-sama bernilai sembilan dengan Blackburn, Liverpool kalah selisih gol dan nomor tiga dari bawah klasemen. Hal ini mengingatkan, betapa dalamnya keterpurukan Liverpool selama ini.