YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta memutuskan untuk menaikkan status Merapi dari "Siaga" ke "Awas" mulai Senin (25/10/2010) pukul 06.00. Atas peningkatan status tersebut maka masyarakat yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) harus mengungsi ke daerah yang aman.
Jumlah penduduk yang tinggal di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 40.000 jiwa yang tersebar di Kabupatan Sleman, Kabupatan Klaten, Kabupatan Magelang dan Kabupatan Boyolali. Di Kabupaten Sleman, misalnya, evakuasi terhadap masyarakat yang tinggal di KRB III mulai dilakukan sejak pukul 07.00 WIB. Bupati Sleman Sri Purnomo, meminta warganya untuk bersedia mengungsi ke tempat yang aman, dan terus meningkatkan kewaspadaan.
Peningkatan status Gunung Merapi tersebut dilakukan dengan berbagai pertimbangan, di antaranya peningkatan deformasi gunung yang telah mencapai 42 sentimeter (cm) per hari dengan gempa multifase yang mencapai sekitar 500 kali. Data pada Minggu (24/10/2010) hingga pukul 12.00 aktivitas seismik Gunung Merapi menunjukkan adanya 90 kali guguran, gempa multiphase (MP) 290 kali, gempa vulkanik dalam tiga kali, dan gempa vulkanik dangkal 36 kali.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang