Banyak Tokoh Taliban Ingin Berunding

Kompas.com - 25/10/2010, 09:31 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Makin banyak pemimpin senior Taliban memperlihatkan rasa tertarik pada pembicaraan dengan pemerintah dukungan AS di Kabul, sementara tekanan meningkat dari aksi militer NATO yang bertambah gencar, kata utusan khusus AS untuk Afganistan dan Pakistan, Richard Hoblrooke, Minggu (24/10)

Namun Hoblrooke mengingatkan, penghubung sejauh ini meningkatkan kontak dan pembahasan dan bukan perundingan perdamaian guna mengakhiri perang yang sekarang berada pada tahun kesepuluh. "Apa yang kami dapatkan di sini ialah peningkatan jumlah tokoh tingkat tinggi Taliban, ’Hei, kami mau bicara’," katanya. "Kami kira ini sebagian besar adalah hasil dari tekanan yang bertambah di bawah Jenderal (David) Petraeus dan komando ISAF."

Komentar Hoblrooke dalam wawancara dengan Fareed Zakaria dari CNN itu merupakan tanda paling akhir bahwa Washington mendorong upaya perdamaian Presiden Afganistan Hamid Karzai dengan kelompok Taliban sementara tentara AS akan mulai ditarik tahun depan. New York Times melaporkan pekan lalu bahwa para pemimpin Taliban diberi tawaran jalan aman oleh tentara NATO dari tempat persembunyian mereka di Pakistan, dan dalam satu kasus mereka diterbangkan ke Kabul dengan menggunakan pesawat NATO.

Sebagian pengulas telah memandang perubahan itu sebagai bagian dari strategi "perang dan bicara" oleh Petraeus, komandan ISAF, yang telah meningkatkan serangan pesawat tanpa awak di tempat persembunyian Taliban sementara menggunakan pasukannya untuk membuat lemah kubu gerilyawan di Afganistan selatan.

Holbrooke, yang kawakan dalam perundingan perdamaian yang mengakhiri perang dalam konflik lain, mengingatkan semua pihak agar tak mengharapkan perang di Afganistan dapat diselesaikan melalui perundingan perdamaian normal sebagaimana yang terjadi di Vietnam atau Bosnia. "Dalam kasus khusus ini, tak seperti dua masalah yang saya sebutkan sesaat lalu, tak ada satu alamat jelas yang akan dituju," katanya. "Tak ada Ho Chi Minh. Tak ada Slobodan Milosevic. Tak ada Pemerintah Otonomi Palestina. Ada satu kelompok orang yang tersebar luas yang secara kasar kami sebut musuh," katanya.

Daftar kelompok tersebut meliputi Taliban Afganistan, yang dipimpin oleh Mullah Mohammed Obar, Taliban Pakistan, jaringan Al-Haqqani, Hesb-i-Islami, Lashkar-e-Taiba dan Al-Qaeda. Satu-satunya kelompok yang secara khusus dikeluarkan oleh Holbrooke dari pembicaraan adalah Al-Qaeda. "Jadi gagasan mengenai pembicaraan perdamaian, untuk menggunakan istilah anda, atau perundingan, untuk menggunakan frasa lain, tidak benar-benar menambah cara ini akan berkembang," kata Holbrooke.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau