WASHINGTON, KOMPAS.com - Makin banyak pemimpin senior Taliban memperlihatkan rasa tertarik pada pembicaraan dengan pemerintah dukungan AS di Kabul, sementara tekanan meningkat dari aksi militer NATO yang bertambah gencar, kata utusan khusus AS untuk Afganistan dan Pakistan, Richard Hoblrooke, Minggu (24/10)
Namun Hoblrooke mengingatkan, penghubung sejauh ini meningkatkan kontak dan pembahasan dan bukan perundingan perdamaian guna mengakhiri perang yang sekarang berada pada tahun kesepuluh. "Apa yang kami dapatkan di sini ialah peningkatan jumlah tokoh tingkat tinggi Taliban, ’Hei, kami mau bicara’," katanya. "Kami kira ini sebagian besar adalah hasil dari tekanan yang bertambah di bawah Jenderal (David) Petraeus dan komando ISAF."
Komentar Hoblrooke dalam wawancara dengan Fareed Zakaria dari CNN itu merupakan tanda paling akhir bahwa Washington mendorong upaya perdamaian Presiden Afganistan Hamid Karzai dengan kelompok Taliban sementara tentara AS akan mulai ditarik tahun depan. New York Times melaporkan pekan lalu bahwa para pemimpin Taliban diberi tawaran jalan aman oleh tentara NATO dari tempat persembunyian mereka di Pakistan, dan dalam satu kasus mereka diterbangkan ke Kabul dengan menggunakan pesawat NATO.
Sebagian pengulas telah memandang perubahan itu sebagai bagian dari strategi "perang dan bicara" oleh Petraeus, komandan ISAF, yang telah meningkatkan serangan pesawat tanpa awak di tempat persembunyian Taliban sementara menggunakan pasukannya untuk membuat lemah kubu gerilyawan di Afganistan selatan.
Holbrooke, yang kawakan dalam perundingan perdamaian yang mengakhiri perang dalam konflik lain, mengingatkan semua pihak agar tak mengharapkan perang di Afganistan dapat diselesaikan melalui perundingan perdamaian normal sebagaimana yang terjadi di Vietnam atau Bosnia. "Dalam kasus khusus ini, tak seperti dua masalah yang saya sebutkan sesaat lalu, tak ada satu alamat jelas yang akan dituju," katanya. "Tak ada Ho Chi Minh. Tak ada Slobodan Milosevic. Tak ada Pemerintah Otonomi Palestina. Ada satu kelompok orang yang tersebar luas yang secara kasar kami sebut musuh," katanya.
Daftar kelompok tersebut meliputi Taliban Afganistan, yang dipimpin oleh Mullah Mohammed Obar, Taliban Pakistan, jaringan Al-Haqqani, Hesb-i-Islami, Lashkar-e-Taiba dan Al-Qaeda. Satu-satunya kelompok yang secara khusus dikeluarkan oleh Holbrooke dari pembicaraan adalah Al-Qaeda. "Jadi gagasan mengenai pembicaraan perdamaian, untuk menggunakan istilah anda, atau perundingan, untuk menggunakan frasa lain, tidak benar-benar menambah cara ini akan berkembang," kata Holbrooke.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang