SLEMAN, KOMPAS.com - Menyusul kenaikan status Gunung Merapi menjadi awas sejak Senin (25/10/2010) tadi pagi, sejumlah objek wisata di kawasa lereng merapi ditutup untuk umum. Misalnya, objek wisata Kaliurang, objek wisata Kaliadem (termasuk juga Kali Kuning) dan Taman Nasional Gunung Merapi.
Kepala Seksi Informasi dan Dokumentasi Wisata Kabupaten Sleman, Wasita, mengatakan penutupan dilakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Objek-objek wisata tersebut baru akan dibuka jika kondisi Merapi dinyatakan aman.
Walaupun objek wisata sudah dinyatakan ditutup, namun tak menghalangi sebagian masyarakat yang ingin melihat Merapi dari jarak dekat. Beberapa rombongan anak muda dan masyarakat masih silih berganti menuju titk-titik yang biasa dipakai untuk mengamati Merapi seperti di Kaliadem.
Kaliadem adalah tempat sabo penahan lahar dingin dari Kali Gendol. Dari tempat tersebut, Merapi memang jelas terlihat sehingga masyarakat tak melewatkan mengambil foto-foto. Meski demikian, jarak dari puncak Merapi ke kawasan tersebut sekitar 4 kilometer sehingga masuk daerah rawan bahaya.
Sementara itu, untuk menghindari gangguan evakuasi, seluruh jalur evakuasi warga yang berada di wilayah Desa Umbulharjo dan Kepuharjo, Cangkringan, Sleman ditutup. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi tabrakan arus kendaraan dari bawah saat tiba-tiba harus dilakukan evakuasi warga dari atas ke bawah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang