Hunian sementara di wasior

Kuntoro: Sudah 50 Persen

Kompas.com - 25/10/2010, 16:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Unit Kerja Presiden Pengawas dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto mengatakan, pembangunan hunian-hunian sementara bagi korban banjir bandang Wasior, Papua Barat, telah mencapai 50 persen.

Hal ini disampaikan Kuntoro berdasarkan informasi yang disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto ketika mengikuti rapat terbatas di Istana Wakil Presiden, Jakarta, yang membahas soal Wasior, Senin (25/10/2010). "Sudah 50 persen," kata Kuntoro kepada para wartawan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, pembangunan hunian sementara yang membutuhkan anggaran sebesar Rp 20 miliar akan rampung pada tanggal 1 November mendatang.

Pada rapat yang dipimpin Wakil Presiden Boediono dan diikuti oleh Agung, Kuntoro, dan Djoko ini juga membahas kemungkinan pembangunan hunian permanen di lokasi banjir bandang. "Dibahas pro-kontra apabila hunian dibangun kembali di lokasi yang sama, dilihat dari kemiringan dari perbukitan yang berada di punggung Wasior. Kita perlu mendalami positif-negatifnya apabila dibangun kembali di tempat yang sama," katanya.

Sementara itu, terkait pendanaan, Kuntoro mengatakan, hal tersebut tak dibahas di rapat yang berlangsung sekitar 90 menit tersebut. "Itu masih dibicarakan di Badan Anggaran DPR," kata Kuntoro seraya berlalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau