Kriminalitas

Usai Merampok, Rekam Adegan Mesum Korban

Kompas.com - 26/10/2010, 06:15 WIB

PRABUMULIH, KOMPAS.com — Aksi para perampok semakin membuat resah warga Prabumulih, Sumatera Selatan. Selain merampas harta, mereka juga berani memaksa korbannya beradegan mesum.

Hal ini setidaknya seperti dilaporkan oleh DJ (23), warga Prabumulih Timur, dan MM (20), warga Prabumulih Selatan.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Bukit Lebar, Kelurahan Karang Raja, Kecamatan Prabumulih Timur, Minggu (24/10/2010) pukul 21.30. Handphone mereka, Sony Ericsson dan Nokia 5200, serta uang Rp 70.000 dirampas, kemudian mereka dipaksa bugil dan berbuat mesum.

Saat melaporkan kejadian itu ke Kepolisian Sektor Prabumulih Timur, Senin (25/10/2010), DJ menuturkan, awalnya ia berniat mengantarkan MM, kekasihnya, pulang seusai dijemput dari tempat bekerja.

Mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna hijau, mereka tiba-tiba dihadang empat pelaku yang keluar dari dalam hutan karet. Mereka lantas menyergap keduanya.

Seorang pelaku mengeluarkan senjata dari balik baju dan menodongkannya ke DJ. Korban yang ketakutan lalu digiring ke dalam hutan.

Para pelaku lalu mengambil barang-barang milik korban berupa telepon seluler dan uang. Tak puas hanya mengambil harta korbannya, para pelaku iseng memaksa kedua korban melucuti pakaiannya.

Di bawah todongan senjata, kedua korban terpaksa bugil. Tidak hanya itu, keduanya dipaksa beradegan mesum.

Keduanya terpaksa menuruti permintaan para pelaku. Saat dipaksa melakukan hubungan suami-istri, DJ menolak. Namun, ketika salah satu pelaku mengancam akan memerkosa pacarnya, DJ tak dapat berkutik.

"Terpaksa, daripada pacarku diperkosa,” ujarnya dengan wajah masih tampak shock. Para pelaku yang berhasil mengancam kedua korban lalu menonton dan merekam adegan itu menggunakan kamera telepon seluler milik korban.

Hal itu diakui MM saat ditemui di Kepolisian Sektor Prabumulih Timur. Para pelaku memaksa keduanya berhubungan intim tetapi gagal.

"Aku masih perawan, kak. Dak pernah aku maen samo siapo-siapo,” kata MM. Setelah puas melihat kedua sejoli itu beradegan mesum, para pelaku lalu melepaskan mereka.

Karena takut, keduanya pulang ke rumah DJ. Setelah menceritakan kejadian yang baru menimpanya kepada pihak keluarga, keduanya lalu melapor Senin (25/10/2010) pukul 09.00.

Kepala Kepolisian Resor Prabumulih AKBP Mirzal Alwi melalui Kapolsek Prabumulih Timur Iptu Akagani didampingi Kepala Unit Reserse Kriminal Aiptu Siswanto, mengatakan, petugas sempat membawa kedua korban ke lokasi kejadian untuk mencari barang bukti dan jejak yang ditinggalkan pelaku.

"Ciri-cirinya sudah kami ketahui berdasarkan keterangan kedua korban,” katanya. (cr2)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau