Banjir

Ciledug Tergenang, Gerobak Beroperasi

Kompas.com - 26/10/2010, 08:52 WIB

CILEDUG, KOMPAS.com — Akibat hujan deras pada Senin petang (25/10/2010), beberapa ruas jalan di Jakarta dan sekitarnya tergenang air. Salah satunya adalah Jalan Ciledug Raya tepatnya di depan Perumahan Ciledug Indah, antara Pasar Bengkok dan Pasar Ciledug. Genangan air setinggi sekitar 50 sentimeter membuat jalanan tidak bisa dilalui kendaraan pada Selasa (26/10/2010).

Banyak mobil dan motor yang terhenti di depan genangan air di ruas jalan sepanjang  lebih-kurang 500 meter dan memilih berbalik arah atau mencari jalan alternatif. Beberapa motor yang nekat menembus genangan berakhir dengan kemacetan mesin.

Kondisi itu dimanfaatkan warga sekitar untuk menawarkan jasa menyeberangi genangan dengan gerobak. Mereka yang ingin menumpang gerobak dipungut biaya Rp 10.000 per orang, sementara Rp 25.000 untuk sepeda motor.

Pengendara lain yang mencari jalan alternatif atau balik arah juga kesulitan untuk pergi ke tujuan mereka. Selain karena macet, setelah berhasil keluar dari jalan alternatif, mereka ternyata muncul lagi di lokasi yang juga tergenang. Kondisi tersebut menyebabkan banyak warga masyarakat terutama pelajar kemudian menunggu di pinggiran jalan atau nongkrong di kompleks-kompleks perumahan sekitar Graha Raya dan Bintaro, Tangerang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau